POJOKSATU.id, JAKARTA— Pakar telematika Roy Suryo menyinggung masalah ijazah dan pendidikan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Roy Suryo menyebut Gibran memiliki Indeks Prestasi (IP) atau IPK rendah 2,5 saat di kampus di Singapura.
Sebelum menyoroti ijazah Gibran, Roy dikenal publik sebagai orang yang ikut mempersoalkan ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Bahkan Roy sudah dilaporkan ke polisi oleh tim pengacara Jokowi soal ijazah ini.
"MDIS ini peringkat 46 dari 51 kampus di Singapura. Indeks Prestasi (IP) Gibran juga cuma 2,5," kata Roy Suryo dalam akun Youtube Bambang Widjojanto dikutip Senin 28 April 2025.
Baca Juga: Napoli Menggila! Tekuk Torino, Scudetto Liga Italia 2024 -2025 di Depan Mata
Diketahui, Indeks Prestasi atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dalam jenjang pendidikan S1 di kampus berada pada rentang 0,00 hingga 4,00.
Menurut Roy Suryo, University of Bradford di London, Inggris, kampus tempat Gibran menimba ilmu sudah tidak lagi bekerja sama dengan Management Development Institute of Singapore (MDIS).
Selain itu, Roy Suryo turut menyenggol Gibran saat bersekolah SMA di Solo.
"Di SMA Santo Yoseph Solo hanya dua tahun, masuk SMK Kristen di Solo hanya dua tahun, kemudian dia lari ke Singapura," kata Roy Suryo.
Dalam riwayat pendidikan yang dimuat website Pemkot Solo, lanjut Roy Suryo, tertulis bahwa Gibran menempuh S2 di University of Technology Sydney (UTS Insearch), Sydney, Australia.
Baca Juga: Beda dengan Tokoh-tokoh Militer, Surya Paloh Tak Setuju Wapres Gibran Diganti, Ini Alasannya
Gibran dikatakan Roy Suryo lulus pada tahun 2010.
"Ternyata dia hanya menempuh program selama enam bulan, dan dia tidak lulus," kata Roy Suryo.
Menurut Roy Suryo, sertifikasi tidak lulus dari UTS Insearch itu kemudian dikomparasikan lewat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dan ternyata hanya setara SMK.
Gibran juga pernah mengenyam pendidikan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2002 di Orchid Park Secondary School, Singapura.
Kemudian pada 2007 Gibran lulus dari Management Development Institute of Singapore (MDIS).
Gibran juga disebut melanjutkan studi S2 di University of Technology Sydney (UTS Insearch), Sydney, Australia.
KPU Sebut Ijazah Gibran Asli
Sementara itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merespons isu cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, yang dituding warganet menggunakan ijazah palsu.
KPU memastikan, semua ijazah yang dilampirkan untuk pendaftaran cawapres milik putra sulung Presiden Jokowi itu asli.
Komisioner KPU RI Idham Holik menjelaskan, sebelum menetapkan Gibran sebagai cawapres, pihaknya sudah melakukan verifikasi terhadap semua dokumen persyaratan pencalonan.
Verifikasi dilakukan pula terhadap ijazah Gibran setara SMK dari University of Technology Sydney (UTS) Insearch di Sydney, dan ijazah S1 dari University of Bradford di Singapura.
"Salinan dokumen kelulusan dalam bentuk foto copy ijazah terlegalisasi yang diserahkan oleh semua bakal pasangan capres-cawapres telah dinyatakan MS (Memenuhi Syarat)," kata Idham, Senin (20/11/2023).
Ketika diminta penegasannya apakah dokumen yang dinyatakan MS itu berarti asli, Idham membenarkan.
"Iya, Mas, benar sekali," kata Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU RI itu.***




