POJOKSATU.id – Mayjen TNI Djon Afriandi, Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait beredarnya foto sejumlah prajurit Kopassus bersama Ketua Umum GRIB, Rosario de Marshall atau yang lebih dikenal dengan nama Hercules.

Permintaan maaf ini muncul setelah foto-foto tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat serta internal Kopassus sendiri.

Mayjen TNI Djon mengungkapkan bahwa prajurit-prajuritnya pada saat itu kemungkinan besar tidak menyadari dampak negatif dari berfoto dengan tokoh yang cukup kontroversial seperti Hercules.

Perwira tinggi TNI-AD kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat ini menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi secara spontan, dan sebagian prajurit memang memiliki hubungan personal dengan Hercules.

Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Barcelona vs Real Madrid: El Clasico Penentu Trofi Copa del Rey

“Mungkin pada saat itu, momen itu, tidak terpikir oleh mereka sehingga terjadilah foto bersama saudara Hercules,” ujar Mayjen TNI Djon usai membuka kegiatan Hari Gembira untuk 4.000 anak-anak di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut, Danjen Kopassus menjelaskan bahwa permasalahan utama bukan pada tindakan berfoto itu sendiri, melainkan pada konteks dan waktu pengambilan gambar tersebut.

Foto-foto itu diambil dalam sebuah acara resmi, di mana para prajurit tampil lengkap dengan seragam kebanggaan mereka sehingga memicu tanggapan negatif dari berbagai pihak.

“Karena anggota kami menggunakan pakaian lengkap pada acara khusus, mereka berfoto, ternyata ada dampak sebagian masyarakat yang mungkin tidak terima,” ungkapnya.

Baca Juga: Tembok Kolam Penampungan Air Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Magelang Ambruk, 29 Santri Tertimpa, 4 Ditemukan Tewas

Permohonan maaf ini ditujukan tidak hanya kepada masyarakat umum, tetapi juga kepada para senior dan rekan seangkatan di Korps Baret Merah yang merasa keberatan dengan tindakan tersebut.

“Dari keluarga Korps Baret Merah pun, ada yang tidak terima. Nah, kami juga mohon maaf sekali lagi. Akan tetapi, kami yakinkan, kami akan langsung melakukan perbaikan,” tegasnya.

Perwira berpangkat Mayor Jenderal ini juga memastikan bahwa para prajurit yang terlibat dalam peristiwa itu akan mendapatkan pembinaan khusus dan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga citra satuan elite tersebut.

Ia menyadari masih ada kekurangan dalam penyampaian informasi kepada anggota terkait dinamika sosial yang tengah berkembang.

“Mungkin kami kurang dalam menyampaikan pesan tentang perkembangan situasi yang terjadi pada saat ini, dan anggota kami juga mungkin kurang mendapatkan informasi tentang itu sehingga kami akan memperbaiki diri,” tutup Mayjen TNI Djon Afriandi. ***