POJOKSATU.id — Wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali diguncang gempa bumi pada Kamis pagi, 24 April 2025.
Getaran yang cukup terasa itu tercatat memiliki kekuatan magnitudo 3,9 dan terjadi pada pukul 10.48 WIB.
Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang mengungkapkan bahwa pusat gempa berada di darat, tepatnya pada koordinat 6,89 Lintang Selatan dan 106,44 Bujur Timur.
Lokasinya berjarak sekitar 16 kilometer di barat laut Sukabumi, dengan kedalaman hanya 5 kilometer.
Gempa Dangkal dari Aktivitas Sesar Aktif
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto, menjelaskan bahwa gempa ini bersumber dari aktivitas sesar aktif.
Baca Juga: 7 Jaksa di Karawang Diganjar Penghargaan atas Kontribusi Pulihkan Keuangan Daerah
Jenis gempa seperti ini umumnya terjadi di kawasan dengan struktur geologi yang rumit.
Karena kedalamannya yang dangkal, efek gempa terasa cukup signifikan di permukaan meskipun kekuatannya terbilang kecil.
“Wilayah Sukabumi memang dikenal memiliki kompleksitas geologi yang tinggi, sehingga potensi gempa seperti ini bisa sering terjadi,” ujar Hartanto.
Guncangan Terasa di Beberapa Wilayah
Laporan masyarakat dari sejumlah titik di Sukabumi menunjukkan bahwa gempa cukup terasa, terutama di wilayah Cisolok.
Di sana, intensitas guncangan mencapai skala III hingga IV MMI (Modified Mercalli Intensity), yang menunjukkan bahwa getaran dirasakan jelas oleh banyak orang di dalam rumah, serta menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.
Sementara itu, di kawasan Palabuhanratu dan Bayah, intensitasnya tercatat pada skala III MMI.
Artinya, getaran tetap dirasakan dalam ruangan namun cenderung tidak menimbulkan kerusakan atau gangguan signifikan.
Baca Juga: Masa Depan Warung Mbok Yem di Gunung Lawu, Begini Kata Keluarganya
Belum Ada Laporan Kerusakan
Meskipun gempa dirasakan cukup kuat oleh sebagian warga, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan ataupun korban jiwa.
BMKG pun menegaskan bahwa peristiwa ini tergolong gempa tektonik biasa yang tidak berdampak besar terhadap keselamatan masyarakat secara luas.
“Gempa ini termasuk peristiwa tektonik minor dan belum terdeteksi adanya gempa susulan hingga pukul 11.04 WIB,” tambah Hartanto.
Potensi Bahaya di Wilayah Sukabumi
Sukabumi merupakan wilayah yang dilintasi oleh beberapa sesar aktif, seperti Sesar Cimandiri dan Sesar Citarik.
Sesar Cimandiri membentang sepanjang sekitar 100 kilometer dari Palabuhanratu hingga Kabupaten Bandung Barat dan telah dikenal sebagai sumber gempa bumi yang signifikan di wilayah ini.
Sesar Cimandiri terbagi menjadi beberapa segmen, salah satunya adalah segmen Nyalindung-Cibeber yang melintasi bagian selatan Kota Sukabumi.
Wilayah ini dianggap memiliki potensi ancaman gempa bumi yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah utara.
Selain itu, Sesar Citarik juga merupakan sesar aktif yang membentang dari Teluk Palabuhanratu hingga Bekasi, melintasi wilayah Bogor.
Aktivitas dari sesar ini dapat memicu gempa bumi yang dirasakan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Para ahli dan pihak berwenang menekankan pentingnya mitigasi bencana untuk mengurangi dampak gempa bumi di wilayah Sukabumi.
Masyarakat diimbau untuk membangun konstruksi bangunan yang tahan gempa dan dilengkapi dengan jalur serta tempat evakuasi yang memadai.
Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi bencana gempa bumi yang dipicu oleh pergerakan sesar aktif di wilayah ini.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Menyikapi kejadian ini, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Warga juga diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi-informasi simpang siur yang belum terverifikasi.
“Kami terus memantau perkembangan dan akan segera menyampaikan informasi lebih lanjut jika ada gempa susulan atau perubahan signifikan dalam situasi ini,” tutup pihak BMKG. ***




