POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto dinilai ingin meniru kebijakan pembangunan yang diterapkan di masa kepemimpinan Soeharto, khususnya terkait ketahanan pangan.

Demikian disampaikan pengamat sosial dan ekonomi Lalu Niqman Zahir, dikutip Pojoksatu.id dari kanal Youtube pribadinya, LNZ Official, Kamis 24 April 2025.

Menurut Lalu Niqman Zahir, ketahanan pangan yang baik bisa mendukung stabilitas sosial dan stabilitas keamanan negara.

Karena apabila ketahanan pangan Indonesia buruk, maka akan berimplikasi kepada keamanan nasional.

Baca Juga: Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Brigade Pangan

"Ketersediaan pangan yang memadai dapat mendukung stabilitas keamanan negara," kata dia.

Jika suatu negara memiliki ketersediaan pangan yang memadai maka negara tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan meningkatkan ketahanan pangan

Hal ini dapat membantu meningkatkan stabilitas keamanan negara karena negara tersebut tidak lagi tergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Dengan semakin tingginya tingkat aksesibilitas pangan, maka berarti masyaratk semakin mudah mengakses pangan yang cukup dan bergizi.

Baca Juga: Jabar Siapkan Tanggul dan Revitalisasi Sungai, Banjir Teratasi, Ketahanan Pangan Terjaga!

"Hal ini dapat membantu meningkatkan stabilitas sosial karena masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengakses pangan.

"kualitas pangan yang baik juga dapat mendukung kesehatan masyarakat," papar dia.

Jika suatu negara memiliki kualitas pangan yang baik maka masyarakatnya dapat mengonsumsi pangan yang seimbang dan bergizi.

Sehingga dapat mendukung peningkatan kesehatan masyarakat dan mengurangi risiko penyakit.

Sebaliknya, apabila ada warga negara yang kelaparan, apalagi jika terjadi secara massal, maka akan dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional.

"Hal ini sesuai dengan falsafah Jawa yaitu, wong wareg pikirane jejeg, wong ngelih pikirane ngalih," ungkap sosok yang juga Deputi Bidang Administrasi Setjen DPR RI ini.

Jika dialihtraikan ke dalam bahasa Indonesia, falsafah Jawa di atas bisa berarti demikian:

Orang dengan perut yang kenyang pikirannya akan tegak, orang dengan perut lapar pikirannya akan beralih.

Baca Juga: Reses DPRD Jawa Barat: Aspirasi Warga Soal Infrastruktur, Ketahanan Pangan, dan Koperasi Desa

Secara makna, ketika segala kebutuhan pangan tercukupi, maka seorang manusia akan memiliki pikiran yang baik.

Dari hal yang baik, maka tentu saja akan menghasilkan hal yang baik pula.

Tapi jika dalam kondisi lapar karena sulit memenuhi kebutuhan pangan, maka bisa menimbulkan masalah.

"Falsafah Jawa ini dijadikan pedoman oleh Pak Harto dalam menjalankan trilogi pembangunannya, yaitu stabilitas pangan atau swasembada pangan," papar Lalu.

Baca Juga: Polri Luncurkan Program 'Pekarangan Pangan Bergizi' untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Karena itu, selama periode pemerintahannya, Soeharto benar-benar menjaga ketersediaan pangan rakyat.

Maka tidak heran selama masa jabatan Presiden kedua itu Indonesia aman tanpa konflik berarti.

"Selama pemerintahan beliau ketersediaan pangan sangat dijaga. Bahkan pada tahun 1984 Indonesia pernah mencapai swasembada beras," tekan dia.

Menilik pada kondisi kekinian, Lalu menilai Presiden Prabowo Subianto ingin membangkitkan masa kejayaan Indonesia di bidang pangan itu.

Hal itu bisa dilihat dari upaya menggenjot hasil pertanian atau produktivitas pangan.

"Presiden Prabowo sepertinya meniru falsafahnya Pak Harto, yaitu ingin Indonesia dapat mewujudkan swasembada pangan," ucap dia.

"Karena jika ketahanan pangan meningkat maka keamanan nasional juga akan stabil," tandas Lalu Niqman zahir.***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

VERSI ANDROID

VERSI iOS