POJOKSATU.ID - Kisruh terkait tunggakan pembayaran mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalibata dengan Yayasan Media Bangkit Nusantara (MBN) masih berlanjut.
Pengelola dapur MBG Kalibata, Ira Mesra, membeberkan dalam konferensi pers bahwa pihaknya mengalami kerugian hampir Rp1 miliar.
Kerugian yang dialami Ira sebesar Rp975.375.000 dan itu diklaim berasal dari Yayasan MBN yang ditunjuk pemerintah untuk mengurus MBG belum melakukan pembayaran sejak Februari 2025.
Baca Juga: Top Up Free Fire Lebih Mudah dan Cepat dengan GoPay Games
Padahal, dapur MBG Kalibata yang dikelola oleh Ira telah memasak 65.025 porsi untuk program Makan Bergizi Gratis tersebut.
Dari keterangan terbaru kuasa hukumnya, Danna Harly Putra, Ira justru ditagih uang Rp420 juta dari Yayasan MBN.
“Jadi kemarin ada komunikasi, saya dengan pihak yayasan, lucunya mereka malah menagih Ibu Ira sebesar Rp 400 juta," kata Danna, Sabtu (19/4/2025).
“Jadi saya makin bingung nih, dalam tagihan tersebut ada invoice-invoice yang bilang dikeluarkan itu kalau invoicenya Rp100 juta tapi dia dalam bentuk surat, buktinya saya terima,” imbuhnya.
Danna kemudian menjelaskan bahwa Ira mendapat tagihan Rp200 juta dari pembelian ompreng atau tempat makan untuk MBG.
“Kemudian juga ada tagihan ompreng. Jadi Ibu Ira beli ompreng, kemarin Rp12.000 sudah dibayar Rp200 juta,” klaim Danna.
Baca Juga: Tepis Isu Dwifungsi, PW GPA DKI Jakarta : UU TNI Hormati Demokrasi Junjung Supremasi Sipil
“Nah, itu ditagihkan ke dalam mekanisme di MBG ini, jadi dua hal yang berbeda dicampuradukkan, jadi kacau semua ini,” tambahnya.
Danna menjelaskan bahwa saat mitra dapur teken kontrak, maka diharuskan untuk membeli ompreng.
Ditambahkan Danna, sudah ada pembayaran Rp200 juta dan akan sisanya akan dibayar saat program berjalan.
Namun, menurut Danna saat program sudah berjalan dan dapur aktif memasak, tidak ada uang jatah MBG yang diberikan. ***




