POJOKSATU.id, BANDUNG—Satu per satu kebiadaban dokter kandungan Iril Syafril SpOG atau Muhammad Syafril Firdaus terkuak ke publik.

Bukan saja pasien ibu hamil yang jadi korban saat USG, perawat di klinik ternyata juga jadi sasaran oknum dokter cabul ini.

Salah satu perawat yang pernah bekerja bersama dokter Syafril SpOG di Garut menyebutkan bahwa dia pernah diraba tubuh bagian bawah sampai tubuhnya gemetaran.

Selama ini korban tak berani speak upa karena takut. Namun, setelah kasus ini viral di media sosial, ia memberanikan diri untuk bersuara.

Lewat pesan langsung ke akun Instagram dokter kandungan Purnawan Senoaji @PurnawanSenoaji, korban menceritakan peristiwa pelecehan yang dialaminya saat bekerja di klinik tempat dokter Iril Syafril ikut praktik.

Baca Juga: 42 Instansi Ini Tuntaskan Penerbitan SK Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024, BKN Imbau Instansi Lain Segera Proses Penetapan CASN

“Aku salah satunya. Waktu itu lagi jaga sendirian karena cuma ada satu bayi. Dia masuk ke ruangan, deketin aku, terus meraba pinggang sampai ke bawah. Aku kaget, gemetaran, cuma enggak bisa apa-apa,” tulis korban seperti dilihat di kompascom.

Perawat yang baru bekerja ini mengaku tubuhnya langsung kaku dan hanya bisa menangis.

Keesokan harinya, ia meminta agar ditemani oleh cleaning service (CS) pria saat bekerja di klinik tersebut. Namun tetap saja dokter kandungan Iril Syafril melakukan pelecehan.

“Besoknya aku minta ditemenin sama CS cowok, tapi tetap aja dia masih berani lakukan hal itu. Aku takut, gemeter, nangis,” ungkapnya.

Akibat pelecehan yang dilakukan dokter Syafril, dia hanya sanggup tiga bulan saja bekerja di tempat tersebut dan memilih resign atau mengundurkan diri.

“Terus selain itu dia juga sering chat-chat yang enggak sopan. Minta temenin lah, apa lah. Pantaskah seorang dokter begitu?” ujarnya.

Baca Juga: 5 Contoh Soal UTBK SNBT 2025 dan Kunci Jawaban, POLA SOAL Ini Paling Umum, Dicoba Kemampuan Literasi, Nalar, dan Penalaran

Korban mengaku kejadian pelecehan yang dialaminya tersebut terjadi sekitar tahun 2024 lalu. Dia juga mengucapkan syukur kepada Allah SWT kasus pelecehan ini akhirnya viral.

“Alhamdulillah, senang banget bisa viral,” katanya.

Korban juga bersedia memberikan bukti-bukti pesan WhatsApp (WA) tidak senonoh dari dokter kandungan Iril Syafril kepadanya.

Korban Pasien Ibu Hamil

Sementara itu, salah seorang pasien ibu hamil yang menjadi korban pelecehan dokter Syafril juga berani buka suara.

Kejadian pelecehan terjadi saat pemeriksaan kandungan pada 2024 lalu di Klinik Karya Harsa Kota Garut tempat dokter Iril ikut buka praktek.

Kesaksian ini disampaikan suami korban kepada wartawan. Istrinya sebut saja namanya Bunga, meminta izin kepada Ibra untuk memeriksakan kondisi kandungan.

Ibra saat itu tidak bisa mendampingi karena harus bekerja di luar kota.

Bunga kemudian diantar oleh seorang kerabat memeriksakan kondisi kehamilannya ke dokter Iril Syafril di Kota Garut.

Usai pemeriksaan, istrinya tiba-tiba meneleponnya sembari menangis.

“Istri saya bilang, kok ada yang aneh. Kok periksa kehamilan sambil tekan-tekan di atas (payudara)," katanya seperti dilansir detikcom.

Mendengar pernyataan istrinya, Ibra sampai terkejut dan emosi.

Sempat terlintas di pikirannya kala itu untuk melabrak dokter Iril Syafril ke tempat kerjanya. Namun Ibra ditahan istri dan mertuanya.

"Karena, jujur, kalau tidak dihalangi, mau saya tempeleng itu oknum dokter," kata Ibra.

"Sebagai suami salah satu korban, saya sangat berharap dia dihukum dengan hukuman yang setimpal. Karena jujur sampai sekarang saya masih kesal," tegas Ibra atas kelakuan dokter kandungan Iril Syafril SpOG yang melecehkan istrinya.***