POJOKSATU.id, BANDUNG—Netizen di laman X membongkar sosok dokter Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang membius dan memperkosa keluarga pasien di RSHS Bandung.
Dokter PPDS ini disebut bernama Priguna Anugerah P (PAP) yang merupakan dokter S1 lulusan Universitas Kristen Maranatha dan sedang mengikuti program dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Dokter yang merupakan spesialis anastesi itu kini ditahan dan periksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat sejak 23 Maret 2025 dengan status tersangka.
Salah satu akun @verodeelowy atau dee menyebut bahwa orang yang salah sangka terkait tersangka ini.
Baca Juga: Pemkot Bandung Lepas 2.455 Jemaah Haji, Berangkat Mulai 2 Mei
“Jadi dia S1 dan Profesi Dokter (Koass) di Universitas Kristen Maranatha. Sekarang lagi ikut PPDS Anestesi di UNPAD dan tempat praktiknya di RS Hasan Sadikin,”kata akun dee seperti dilihat Rabu (9/4).
Dia pun melampirkan data-data dokter ini, baik foto, STR, tanggal penetapan, dan hal lainnya.
“Data diatas aku dapetin dari sini ya https://kki.go.id/cekdokter/form. Kita kawal terus ya,” katanya lagi.
Beberapa akun lain di laman X juga membeberkan data dokter PPDS bernama Priguna Anugerah P yang masih berusia 31 tahun ini.
Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Surawan mengatakan terduga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Markas Polda Jawa Barat.
"Iya kita tangani kasusnya. Sudah ditahan tanggal 23 (Maret) tersangkanya. Pelakunya satu orang umur 31 tahun inisialnya PAP," ucap Surawan saat dihubungi, Rabu 9 April 2025.
Sementara Direktur RSHS Bandung, dr Rachim Dinata Marsidi mengatakan, kasus tersebut telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat.
Menurutnya, pihak RSHS sudah mengembalikan terduga pelaku ke Fakultas Kedokteran (FK) Unpad.
"Karena itu mahasiswa titipan mereka belajar di sini jadi dikembalikan ke fakultas dan semua sudah dilaporkan ke kepolisian," kata Rachim.
Diketahui, dugaan pemerkosaan dan pembiusan terjadi di Mother and Child Health Care Center (MCHC) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada malam hari di tanggal 18 Maret 2025.
Baca Juga: Mengejutkan, Lisa Mariana Tiba-tiba Minta Maaf ke Atalia Praratya, Saya Hanya Seorang Ibu
Korban saat itu tengah mengantar ayahnya berobat dan membutuhkan darah sebelum melakukan operasi.
Unpad Beri Penjelasan
Sementara itu, Dekan FK Unpad Yudi Hidayat mengatakan, Unpad dan RSHS berkomitmen untuk mengawal proses ini dengan tegas, adil, dan transparan, serta memastikan tindakan yang diperlukan diambil untuk menegakkan keadilan bagi korban dan keluarga serta menciptakan lingkungan yang aman bagi semua.
Dia mengatakan, Unpad telah mengambil sejumlah langkah di antaranya memberikan pendampingan kepada korban dalam proses pelaporan ke Polda Jabar.
Saat ini, korban sudah mendapatkan pendampingan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jabar.
Unpad pun berkomitmen melindungi privasi korban dan keluarga. Karena terduga merupakan PPDS yang dititipkan di RSHS dan bukan karyawan RSHS, maka penindakan tegas sudah dilakukan oleh Unpad dengan memberhentikan yang bersangkutan dari program PPDS.
"Unpad dan RSHS sepenuhnya mendukung proses penyelidikan Polda Jabar," kata Dekan Unpad.***



