POJOKSATU.ID - Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyatakan bahwa arus mudik Lebaran 2025 berjalan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri acara yang diadakan oleh Ketua MPR Ahmad Muzani di Jakarta.
Bima Arya mengapresiasi tiga faktor utama yang berkontribusi pada kelancaran arus mudik tahun ini.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2025 Diklaim Lebih Lancar Berkat Kebijakan WFA
1. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN
Kebijakan ini memungkinkan ASN untuk bekerja dari mana saja, yang diterapkan lebih awal.
Hal ini membantu mengurangi lonjakan arus mudik dalam satu waktu, sehingga pergerakan pemudik menjadi lebih bertahap.
Kebijakan WFA ASN ini dilaksanakan dari tanggal 24-27 Maret 2025 yang diumumkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
2. Rekayasa Lalu Lintas oleh Kepolisian
Pihak kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas yang inovatif untuk mengurai kemacetan.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menerapkan beberapa skema rekayasa lalu lintas, seperti one way, contraflow, dan ganjil-genap, untuk memecah kemacetan selama periode mudik.
3. Koordinasi Pimpinan Daerah
Para pemimpin daerah saling berkoordinasi dengan baik untuk mengatasi potensi kemacetan.
Koordinasi yang baik antar kepala daerah sangat membantu dalam mengatur dan melancarkan arus mudik.
Selain itu, diperkirakan bahwa puncak arus balik Lebaran 2025 akan terjadi pada tanggal 5 hingga 7 April 2025.
Pemerintah dan seluruh pihak terkait akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam momen-momen penting seperti mudik Lebaran.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan mudik Lebaran 2025 ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.***




