POJOKSATU.ID- Polisi membubarkan massa aksi demo Tolak UU TNI di sekitaran Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/3/2025) malam.

Bahkan sejumlah massa hingga jurnalis terkena sabetan pentungan polisi.

Dari pantauan di lapangan, polisi memukul mundur secara membabi buta massa aksi yang masih bertahan di depan gerbang utama gedung DPR ke arah selatan Jalan Gatot Soebroto. Pasukan Korps Bhayangkara itu mengeluatrkan pentungan untuk memecah massa.

Polisi terus mendesak massa hingga ke arah jalan layang.

Sejumlah jurnalis yang meliput juga terkena sabetan pentungan polisi, hingga akhirnya berlindung di sekitar mall Senayan Park (Spark).

Baca Juga: BESOK! Kemenag Siap Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H Tanggal 29 Maret 2025! Lebaran Tiba!

"Saya di belakang polisi pas lagi mukul mundur. Pas mau ke depan lewatin polisi-polisi, ada polisi sabet paha kiri saya," ujar jurnalis dilapangan.

"Ada satu wartawan juga kena sabet," ujar seperti dikutip sambungnya.

Selain memukul dan menyabet, polisi juga menjatuhkan motor-motor yang terparkir di trotoar hingga porak poranda.

Sebagai informasi, gelombang demontrasi terus berlanjut sejak DPR mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) pada Kamis (20/3).

Aksi massa di sejumlah daerah berujung ricuh dan memperlihatkan represi aparat kepolisian.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani mengimbau semua pihak menahan diri dan tak saling serang.

Baca Juga: iPhone 16 Sudah Bisa Dipesan di Indonesia! Cek Harga dan Varian Terbarunya

"Ya kami menghimbau kedua belah pihak saling menahan diri. Jadi yang satu pihak juga jangan terlalu menyerang. Yang satu pihak juga jangan kemudian menyerang. Sama-sama menahan diri," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3).

Dia juga mengingatkan, antar pihak yang berunjuk rasa dengan aparat kemanan tak saling memprovokasi. Sehingga kekerasan bisa dihindari.

"Karena ya kalau kemudian satu pihak menahan diri tapi yang satu pihak memprovokasi ya tentu saja pihak yang satunya terprovokasi. Jadi ya sama-sama menahan diri lah," kata Puan. ***