POJOKSATU.ID- Untuk menghindari pungutan liar di dalam terminal Kampung Rambutan, pengelola terminal bekerja sama dengan TNI-Polri membangun pos pengaduan buat penumpang jika terkena pungli saat berada di dalam terminal.

Layanan ini guna memberikan rasa aman kepada masyarakat khususnya penumpang selama arus mudik lebaran khususnya di dalam terminal Kampung Rambutan.

Menurut pengawas Terminal Kampung Rambutan Mulyono, ada sekitar 50 personil TNI-Polri dan Dishub baik berseragam maupun tertutup yang berpatroli di area terminal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan termasuk pungli.

"Kita bekerja sama dengan TNI-Polri untuk mencegah pungli terjadi kepada penumpang, selain personel terbuka ada juga personel tertutup yang memantau area terminal Kampung Rambutan ini, jumlahnya ada 50 personel" kata Mulyono kepada MPN Indonesia di Terminal Kampung Rambutan Senin (24/03/2025).

Baca Juga: Sosok Nayyara Feeza, Selebgram Viral Diterpa Kasus Perselingkuhan Mendadak Nonaktifkan Akun Media Sosial

Selain berpatroli, petugas juga membangun posko pengaduan untuk penumpang yang terkena pungli, posko itu sudah beroperasi sejak tanggal 21 Maret lalu hingga lebaran H+10 selama 24 jam

"Buat masyarakat yang terkena pungli khususnya di terminal ini, silahkan lapor ke pos yang kita bangun janga takut karena kami akan lindungi" tambah Mulyono.


Momen lebaran memang banyak dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab guna mendapatkan keuntungan diri sendiri. Para penumpang kerap menjadi korban dari aksi-aksi meresahkan itu. Jihan warga Cibubur menceritakan pengalaman buruknya di momen lebaran, kepada MPN Indonesia ia pernah mengalami kejadian pungli saat lebaran 3 tahun lalu mulai dari tarif yang sangat tinggi yang bukan ditentukan dari pemerintah.

"Pernah mas saya pernah mengalami kejadian itu, tiket saya dikenakan tarif hingga sampai 650 ribu untuk tujuan Pati" ujar Jihan.

Diakui Jihan kejadian yang dialaminya itu bukan di Terminal Kampung Rambutan.

Baca Juga: Mahasiswa Baru Bisa Ajukan PENURUNAN BIAYA UKT, Simak Skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) ITB 2025 dan 7 Golongan UKT, Penerima KIP DIBEBASKAN

"Bukan di Terminal sini (Kampung Rambutan) sih mas kejadiannya, biasanya hal itu dilakukan saat sudah mendekati H-3 atau H-2 Lebaran" terang Jihan

Sementara terkait tarif yang diberlakukan PO Bus untuk tujuan Pati, Jawa Tengah, Jihan mengaku ada kenaikan dibanding hari biasa namun kenaikannya dianggap wajar dan normal.

"Ada kenaikan untuk tarif bus tujuan Pati, tadinya 250 ribu sampai 300 ribu sekarang jadi 450 ribu per orang tapi menurut saya masih normal" tambah Jihan.

Pihak Terminal Kampung Rambutan secara resmi belum mengeluarkan tarif lebaran kepada PO bus, namun penumpang diminta untuk pintar-pintar mencari PO bus.***