POJOKSATU.id, JAKARTA— Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menanggapi kasus teror kepala babi yang terjadi di Majalah Tempo.

Kapolri mengaku sudah memerintahkan Kabareskrim, Komjen Wahyu Widada, untuk mengusut teror tersebut hingga tuntas.

Komjen Wahyu Widada merupakan lulusan terbaik Akpol 1991 atau peraih Adi Makayasa. Wahyu juga dua kali menjabat Kapolda; Aceh dan Gorontalo.

Kasus dugaan teror yang menyasar jurnalis Tempo mendapat perhatian serius dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Keakraban Teh Rinna Bersama Jurnalis di Bukber Media

"Kaitannya dengan peristiwa di media Tempo, saya sudah perintahkan kepada Kabareskrim untuk melaksanakan penyelidikan lebih lanjut," kata Sigit usai safari Ramadan di Masjid Raya Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 22 Maret 2025.

“Saya kira kita semua tentunya akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk bisa menindaklanjuti hal tersebut," tegas Kapolri.

Pada 19 Maret 2025, kantor redaksi Tempo menerima paket berisi kepala babi tanpa telinga yang dikirim oleh kurir yang memakai atribut aplikasi pengiriman barang.

Paket ditujukan untuk Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar "Bocor Alus Politik".

Baca Juga: Cekik Kekasih hingga Tewas dan Sembunyikan Jenazahnya sampai jadi Kerangka, Pria di Bantul Diringkus

Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) sudah melaporkan peristiwa pengiriman paket berisi kepala babi yang dibungkus kotak kardus ke Bareskrim Polri pada Jumat 21 Maret lalu.

Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/153/III/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 21 Maret 2025.

"Kita sudah punya (rekaman) CCTV, motornya (kelihatan) sudah kita serahkan ke polisi," kata Setri kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2025).

Bukannya berhenti setelah dilaporkan ke polisi, teror masih berlanjut menimpa Tempo dengan pengiriman paket bangkai hewan tikus tanpa kepala pada Sabtu, 22 Maret 2025.***