POJOKSATU.id, JAKARTA— Aktor film legendaris Ayat-ayat Cinta, Fedi Nuril ternyata anak tentara. Ayahnya terakhir berpangkat Kolonel TNI AD dan dimakamkan TMP Kalibata Jakarta.

Ayahnya Nuril Rachman meninggal saat usia Fedi masih kelas 5 SD. Meski ayahnya tentara, ternyata artis satu ini sangat getol mengkritisi dan menolak UU TNI yang sudah disahkan DPR RI Kamis (20/3).

Bahkan sekelas mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie dia debat di laman X atau Twitter.

Namun Jimly sendiri belum terlihat menanggapi cuitan Fedi Nuril yang berasal dari Sumatera Barat ini.

Fedi mempertanyakan kenapa DPR RI tidak mengunggah rancangan UU TNI ini di laman resminya selama ini hingga UU ini pun disahkan pada Kamis 20 Maret 2025.

Baca Juga: Pahami Aturan Linearitas Guru agar Tidak Kehilangan Hak Tunjangan. Langkah-Langkah dalam Validasi Info GTK

“Kepada Prof @JimlyAs. Sampai dengan UU TNI disahkan, @DPR_RI tidah mengunggah “Rancangan Peraturan Perundang-undangan” TNI di laman resminya. Apakah menurut Prof., DPR telah melanggar Pasal 96 ayat (4) UU No 13/2022 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undang?,” kata Fedi Nuril seperti dilihat di laman X, Jumat (21/3).

Jimly Asshiddiqie adalah akademisi hukum tata negara Indonesia yang pernah menjabat Asisten Wapres BJ Habibie (1998-1999) dan aktif terlibat dalam proses reformasi hukum dan politik di masa transisi pasca Orde Baru.

Jimlly juga anggota DPD RI periode 2019–2024 dari DKI Jakarta. Dan Jimly juga pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia pertama atau antara tahun 2003 hingga 2008.

Berikut cuitan Jimly Asshiddiqie yang dikritisi Fedi Nuril di laman X atau Twitter.

Baca Juga: Libur Lebaran ke Puncak Bogor? Catat, Berikut Jalur yang Akan Diberlakukan

“UU TNI hari ini disahkan DPR dalam sipur (sidang paripurna) yang dihadiri wakil pemerintah. Dari segi isinya, UU ini tidak ada masalah seperti yang banyak disalahpahami dan dikaitkan dengan dwifungsi TNI seperti Orba. Ribut-ribut soal ini cuma tentang cara dan timing pembahasan serta komunikasinya ke publik yang terkesan kurang. Selamat,” kata Jimly dalam cuitan itu, Kamis (20/3).

Sebenarnya cuitan Jimly ini yang viral, dimana sudah ada 2,3 juta tayangan. Lalu dikomentari 857 komentar dan diposting ulang lebih 1 ribu orang.

Jimly juga kembali memposting sebuah cuitan terkait UU TNI ini pada Jumat siang (21/3).

“Demo di banyak kota tentang RUU TNI = tanda distrust makin luas, kepercayaan kian turun karena pejabat terasa kian sombong, gap komunikasi kian jauh dengan rakyat, semua parpol dirangkul agar tidak ada lagi beda pendapat,” katanya.

“Maka tinggal gerakan civil society dari bawah jadi satu-satunya harapan rakyat tersisa,”ujar mantan Ketua MK ini lagi.***