POJOKSATU.ID – Inilah tampang Ipda Ahmad Efendi, Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat, Asahan, Sumatera Utara.
Seperti diketahui, nama Ipda Ahmad Efendi belum lama ini diseret dalam kasus tewasnya Pandu Brata Syahputra Siregar (18).
Di mana, dirinya disebut sebagai salah satu tersangka pelaku penganiayaan yang menyebabkan siswa SMA itu meningggal dunia.
Baca Juga: Pantau Arus Mudik Bagi Pemotor yang Langgar Lalu Lintas, Polisi Siapkan 10 Kamera ETLE di Jalur Ini
Tidak sendirian, tindak pidana yang dilakukan Ipda Ahmad Efendi ini juga melibatkan dua warga sipil lainnya.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik @AswimHafiz pada Rabu (19/3/2025).
Dalam unggahannya, Dirkrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono turut menanggapi kasus tersebut.
Sumaryono menuturkan bahwa keterlibatan Ahmad ini berhasil terkuak usai para aparat menemukan beberapa barang bukti.
Yang mana, barang bukti tersebut memperkuat dugaan bahwa Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat itu terlibat dalam kasus tewasnya Pandu.
“Kami juga sudah melakukan serangkaian kegiatan, pemeriksaan saksi yang nanti akan dikuatkan dengan saksi ahli,” jelasnya.
Baca Juga: Hasil Olah TKP Polda Lampung, Ditemukan 12 Selongsong Peluru di Lokasi Judi Sabung Ayam Way Kanan
“Kami juga sudah melakukan ekshumasi atau bedah mayat terhadap korban, prarekontruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” lanjutnya.
“Kami telah menyita alat bukti, gelar perkara, meminta keterangan tersangka, dan kami akan melakukan pemberkasan untuk diserahkan ke Jaksa,” imbuhnya.
Diketahui, kasus ini bermula ketika korban saat itu tengah menonton pertunjukan balap lari pada Minggu (9/3/2025) malam hari.
Baca Juga: Jelang Timnas Indonesia vs Australia, NOMOR PUNGGUNG Pemain Timnas BELUM FINAL, Erspo Ungkapkan Ini
Namun, pertunjukan balap liar ini dibubarkan usai diketahui oleh aparat kepolisian yang tengah bertugas.
Mengetahui hal tersebut, Pandu yang sebelumnya menonton pertunjukan bersama keempat temannya ini sontak melarikan diri.
Yang mana, mereka melarikan diri dari kejaran polisi dengan berboncengan menggunakan sebuah sepeda motor.
Diketahui, korban yang saat itu tengah kejar-kejaran dengan aparat kepolisian sontak memutuskan untuk melompat dari sepeda motor.
Namun, hal mengenaskan justru terjadi usai Pandu diketahui telah melompat dari sepeda motor ke jalan raya.
Di mana, dirinya terjatuh usai melompat yang menyebabkan aparat kepolisian berhasil mengamankannya.
“Siswa SMA ini diduga juga dianiaya oleh oknum polisi yang berhasil meringkus korban,” jelas dikutip dari portal Pojoksatu.id. ***



