POJOKSATU.ID- Belum keluarnya hasil otopsi dari tewasnya Kenzha Walewongko,22 mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Faktultas Fisipol dinilai ada ‘something’ atau sesuatu.

“Bisa ada something atau ada sesuatu jika hasil dari otopsi sudah keluar dari RS tapi dibilang belum keluar oleh Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly,” ucap

Pengamat Kepolisian Indonesia Civilian Police Watch (IPCW), Bambang Suranto mengatakan bisa ada something jika memang dari RS sudah mengeluarkan hasii otopsi namun Polres Jakarta Timur bilang belum keluar. Pasalnya hasil otopsi itu bisa sebagai bukti tambahan dalam penyelidikan kasus kematian mahasiswa UKI.

“Harus di cek ke rumah sakit apa benar hasil otopsi juga belum keluar hingga 2 pekan. Jika memang sudah keluar pihak rumah sakit Polri juga harus memberikan kabar ke pada penyidik,” ungkapnya.

Baca Juga: Link Live Streaming Kebijakan Terbaru Pengangkatan CASN 2024, CPNS dan PPPK Simak!

Penyidik Polres Metro Jakarta Timur juga harus aktif dalam menanyakan hasil otopsi tersebut. Terlebih kasus ini sudah menjadi perhatian publik dimana ada korban yang tewas satu mahasiswa UKI yang tewas dalam areal kampus.

“Waktu otopsi itu bisa keluar dalam waktu satu dua hari, atau berminggu - minggu tergantung dari rumah sakit tersebut. Kalaupun sudah keluar, pihak rumah sakit juga aktif untuk mengabarkan atau mengirim hasil otopsi tersebut,” paparnya.

Bambang menilai pengungkapan kasus ini sebenarnya tergantung dari penyidiknya apakah mereka aktif dan profesional kah dalam mengungkap kasus pengeroyokan hingga ada satu mahasiswa Fisipol tewas.

“Kasus ini sebenarnya tidak susah banget, alasanya polisi sudah memiliki rekaman CCTV, saksi - saksi dan barang bukti lainnya di sini semua tergantung dari penyidiknya,” ucapnya.

Baca Juga: Besaran THR 2025 Resmi Diumumkan: Gaji Pokok, Tunjangan, dan Tunjangan Kinerja Sesuai PP Nomor 11 Tahun 2025

Sementara itu, Kenzaha Walewangko, 22, meninggal dunia di lahan parkir motor UKI, Cawang, Jakarta Timur, Selasa, 4 Maret 2025. Mahasiswa Fisipol UKI itu diduga tewas usai dikeroyok mahasiswa fakultas lain.