POJOKSATU.id, BERPUASA di bulan Ramadhan sangat dinanti umat Islam. Apalagi, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, tak semua bisa menjalankan ibadan puasa dengan alasan medis.
Setidaknya ada empat penyakit yang penderitanya tidak dianjurkan berpuasa karena berpotensi membahayakan.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (LK-MUI) Dr. dr. Bayu Wahyudi SpOG. MPHM. MHKes. MM.
Menurutnya, empat kondisi seseorang yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa itu berdasarkan potensi yang membahayakan apabila seseorang tetap memaksakan berpuasa berpuasa.
"Islam memberikan keringanan bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu,” ujarnya dilansir Pojoksatu.id dari MUIDigital, Minggu, 9 Maret 2025.
Bayu menjealskan yang pertama adalah kondisi orang diabetes tipe 1 yang bergantung dengan konsumsi insulin.
Berdasarkan laman Alodokter, Diabetes tipe 1 adalah kondisi kadar gula darah yang tinggi akibat tubuh tidak menghasilkan cukup insulin.
Diabetes tipe 1 tergolong penyakit autoimun yang biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja.
“Bila terpaksa, maka akan terkena risiko hipoglikemia,” ungkapnya. Hipoglikemia sendiri kadar glukosa darah yang terlalu rendah (< 70 mg/dl)
Kedua, orang yang tidak boleh berpuasa adalah penderita gagal ginjal level kronis.
“Puasa pada kondisi ini akan memperparah kondisi ginjal,” ungkapnya.
Ketiga, yang boleh tidak berpuasa adalah ibu hamil dan menyusui, jika berisiko bagi ibu atau bayi.
Terakhir, adalah orang dengan gangguan pencernaan parah seperti tukak lambung akut.
Tetapi, dia menggarisbawahi bahwa secara medis, puasa sebulan penuh juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan manusia.
Pertama, detoksifikasi tubuh dalam membantu membersihkan racun dalam tubuh. Kedua, meningkatkan sensitivitas insulin yang baik bagi penderita prediabetes.
Baca Juga: Menteri HAM Bela Seskab Teddy Naik Pangkat Jadi Letkol, Khusus Inner Circle Presiden Bisa Proteksi
Ketiga, menjaga berat badan, karena dapat meningkatkan metabolisme lemak. Keempat, puasa dapat merangsang produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang baik untuk kesehatan dan meningkatkan fungsi otak. ***


.webp)
