POJOKSATU.id, JAKARTA— Banjir Bekasi 4 Maret 2025 tercatat sebagai yang terburuk dalam 10 tahun terakhir atau sejak 2016.
Penyebab banjir karena meluapnya Sungai Cikeas dan Cileungsi yang berhulu di Bogor akibat curah hujan yang tinggi sejak Senin malam.
Banjir di Kota dan Kabupaten Bekasi ini terjadi sejak Senin malam (3/3) dan hingga Selasa.
Menurut laporan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), batas normal ketinggian air di Sungai Cikeas dan Cileungsi adalah 350 cm.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2025: Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik dan Berikan Keringanan Pajak
Namun pada Selasa dinihari (4/3) pukul 03.00 WIB, ketinggian air di Sungai Cileungsi dan Cikeas mencapai 710 cm.
Sementara itu Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dilansir Antara, Selasa (4/3/2025) mengatakan, banjir di Bekasi terjadi disebabkan hujan yang deras dan disertai kiriman air dari sungai di bagian hulu yaitu di Bogor.
BNPB melaporkan terdapat tujuh kecamatan di Kota Bekasi yang terdampak banjir antara lain Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede dan Rawalumbu.
BNPB menyebut ketinggian air akibat banjir ini ada yang mencapai tiga meter.
Dia mengungkap sedikitnya ada 140 unit rumah warga yang terendam dengan ketinggian air mencapai tiga meter di Kota Bekasi.
Sementara itu di Kabupaten Bekasi, sebanyak 15 unit rumah yang terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 150 cm.
Terburuk Sejak 2016
Walikota Bekasi, Tri Adhianto mengungkapkan banjir di kota Bekasi kali ini menjadi yang terburuk jika dibandingkan dengan kondisi banjir 2016 dan 2020.
Adapun, penyebab banjir dipicu oleh kenaikan permukaan air di Kali Bekasi yang mencapai 8 meter.
"Sejak semalam sudah mulai terlihat ketinggian air di Kota Bekasi, yang parah itu disekitar sungai kali Bekasi yang merupakan pertemuan kali Cikeas dan kali Cileungsi, dan ketinggian ini sangat luar biasa dibandingkan 2016 dan 2020, ketingganya luar biasa mencapai 8 meter," ungkap Tri dalam rapat pagi ini dengan Menko PMK dan BNPB serta Basarnas dan BMKG, Selasa (4/3/2025).
Alhasil, air melimpah ke luar dan mengenangi jalan hingga pemukiman warga. Dampak limpahan air menjadi sangat besar karena sebagian tanggul di pinggir sungai belum selesai dibangun.
"Dari 12 Kecamatan, 8 Kecamatan yang terimbas dan hari ini Kota Bekasi lumpuh sampai ke jalan utama termasuk kantor pemerintahan sudah mulai masuk air," ujar Walikota Bekasi.***




