POJOKSATU.id — Sidang Isbat penentuan awal Ramadhan 2025 akan digelar pada Jumat (28/2/2025) mulai sore hari.

Sidang ini akan menjadi penentu apakah umat Islam di Indonesia dapat memulai ibadah puasa pada Sabtu (1/3/2025) atau harus menunggu hingga Minggu (2/3/2025).

Sidang Isbat merupakan forum yang digunakan pemerintah untuk menetapkan hari-hari besar Islam berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Dalam prosesnya, pemerintah menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan) guna memastikan kesesuaian antara keduanya.

Baca Juga: BUKAN MUKENA BARU Atau Pilih Tempat Pojok, Ini PERSIAPAN SALAT TARAWIH, Pahami Keutamaan, Niat dan TATA CARA SALAT TARAWIH, Berjamaah atau Sendiri

Sidang ini akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, dan berlangsung dalam tiga tahap.

Tahapan Sidang Isbat

Tahap pertama adalah pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi.

Tahap kedua adalah verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Tahap terakhir adalah musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Biasanya, pemaparan data dan verifikasi rukyatul hilal dilakukan pada sore hingga petang hari, sementara pengumuman hasil sidang dilakukan setelah Salat Isya.

Dengan demikian, masyarakat akan segera mengetahui apakah Salat Isya pada Jumat malam dapat dilanjutkan dengan Tarawih atau tidak.

Baca Juga: Keutamaan Salat Tarawih MALAM PERTAMA Bulan Ramadan, Diampuni Dosanya Seperti SAAT DILAHIRKAN

Perhitungan Hisab Pemerintah

Berdasarkan perhitungan hisab, awal Ramadhan 1446 H diperkirakan jatuh pada Sabtu (1/3/2025).

Hisab pemerintah menunjukkan bahwa ijtimak terjadi pada Jumat (28/2) sekitar pukul 07.44 WIB. Pada hari yang sama, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara 3° 5,91' hingga 4° 40,96', dengan sudut elongasi antara 4° 47,03' hingga 6° 24,14'.

Baca Juga: Keutamaan Salat Tarawih MALAM KEDUA Bulan Ramadan, Dosa ORANG TUA yang Beriman DIAMPUNI Allah SWT

Kriteria tersebut hampir memenuhi standar Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang telah menjadi acuan sejak 2022, yakni ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Muhammadiyah sendiri telah menetapkan bahwa awal puasa Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu (1/3/2025). Organisasi ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal tanpa melakukan rukyat.

Menurut Muhammadiyah, tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta pada Jumat (28/2/2025) adalah +04° 11' 08'', yang berarti hilal sudah wujud di seluruh wilayah Indonesia.

Meskipun perhitungan hisab menunjukkan indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat pada Jumat, 28 Februari 2025, keputusan final tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan diumumkan Menteri Agama.

Baca Juga: Keutamaan Salat Tarawih MALAM KETIGA Bulan Ramadan, Jadi Motivasi Tambahan, Allah Mengampuni Dosa YANG TELAH LALU

“Dengan kriteria ini, secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Namun, keputusan akhirnya kita tunggu berdasarkan hasil sidang isbat,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, dikutip dari laman Kemenag.

Pengamatan Hilal di 125 Titik

Namun, pengamatan hilal bisa dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan objek astronomis lainnya. BMKG melaporkan bahwa pada 28 Februari 2025, Saturnus dan Merkurius berada dalam jarak sudut kurang dari 10° dari bulan, yang berpotensi mengganggu pengamatan.

Untuk memastikan keakuratan hasil, pemantauan hilal akan dilakukan di 125 titik di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua Barat.

Baca Juga: Keutamaan Shalat Tarawih MALAM KEEMPAT Bulan Ramadan, Dapat Pahala Khusus Setara MEMBACA Empat KITAB INI

Jawa Timur menjadi provinsi dengan titik pemantauan terbanyak, yakni 29 titik, disusul Sumatera Barat dengan 19 titik dan Jawa Barat dengan 11 titik.

Hasil Sidang Isbat diperkirakan akan diumumkan sekitar pukul 19.00 WIB atau lebih, berdekatan dengan waktu Salat Isya di Indonesia bagian barat.

Dengan demikian, masyarakat di wilayah barat dapat langsung mengetahui apakah mereka bisa melanjutkan Salat Isya dengan Tarawih, sementara masyarakat di wilayah tengah dan timur dapat menyesuaikan.

Saat ini, masih ada kemungkinan awal puasa jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, atau Minggu, 2 Maret 2025, tergantung hasil akhir Sidang Isbat. ***