POJOKSATU.id - Baru-baru viral video yang memperlihatkan siswa-siswi sekolah Dasar (SD) belajar renang di atas meja dan juga lantai tanpa air.

Peristiwa ini terjadi di SD Pinayungan I dan Pinayungan II, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat.

Dalam video yang beredar luas di media social tersebut memperlihatkan para siswa tengah melakukan Gerakan renang tanpa air, sebagai alternatif dari pelajaran renang yang seharusnya dilakukan di kolam renang.

Kejadian ini terjadi karena diduga banyak orang tua yang protes terhadap pemungutan biaya untuk kegiatan renang.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Perjuangkan Siswa Jabar yang Gagal SNBP, Tegas Larang Study Tour Mahal

Berawal dari hal itulah, akhirnya pihak sekolah menghentikan kegiatan tersebut dan menggantinya dengan Latihan renang di sekolah.

Kejadian ini pun sontak menuai beragam komentar dan reaksi dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi memberikan kritikan keras terkait dengan kebijakan yang diambil oleh pihak sekolah tersebut.

Dalam video yang diunggahnya di akun media social, Dedi Mulyadi menyebutkan bahwa guru di sekilah tersebut kurang memahami tentang esensi Pendidikan dan juga olahraga.

Baca Juga: Terungkap! Kepsek SMAN 6 Depok yang Dicopot Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ternyata Sempat Ditegur soal Study Tour

Menurutnya yang menjadi masalah Utama bukanlan aktivitas renangnya.

Melainkan pungutan biaya untuk kegiatan rening yang dianggap orang tua murid terlalu sering.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga mengkritik adanya kerja sama guru dengan pengelola kolam renang terkait dengan pembayaran tiket secara kolektivitas.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa hal tersebut justru menambah beban bagi orang tua murid.

Baca Juga: Pemkot Bandung Siap Kawal Kepemimpinan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat

Ia pun menyarankan agar guru tidak perlu lagi mengurusi terkait dengan pembayaran atau pun pembelian tiket.

Akan lebih baik jika siswa membeli tiket secara mandiri dan kesadaran sendiri.

"Guru bisa melaksanakan kegitan renang tanpa harus mengurus tiket siswa secara kolektif. Saran saya guru menunggu saja di kolam renang, dan siswa biarkan membeli tiket secara mandiri dan datang dengan kesadaran sendiri," ungkap Dedi Mulyadi dikutip dari akun TikTok pribadinya, Rabu (26/2/2025).

Dedi Mulyadi pun juga memberikan pesan kepada guru untuk tidak memaksakan siswa yang tak mampu membayar untuk mengikuti kegiatan renang tersebut.

***