POJOKSATU.ID – Inilah sosok Muhammad Kerry Adrianto Riza, Bos perusahaan swasta PT Navigator Khatulistiwa.
Seperti diketahui, nama Kerry Adrianto belum lama ini ramai disorot publik usai dirinya melakukan tindak pidana.
Yang mana, Bos PT Navigator Khatulistiwa diduga tersandung kasus korupsi bersama jajaran pejabat PT Pertamina terkait pengelolaan minyak mentah.
Bukan main, total kerugian dari praktik korupsi yang dijalankan Kerry Adrianto dan para pelaku lainnya ini mencapai Rp193,7 triliun.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @PaltiWest2024 pada Rabu (26/2/2025).
Dalam unggahannya, Kerry dikonfirmasi tersandung kasus korupsi bersama jajaran pejabat PT Pertamina.
“MKAR diketahui berperan sebagai Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa dan ditetapkan sebagai tersangka korupsi,” jelas dikutip.
“Dalam kasus pengelolaan minyak mentah serta produk kilang di Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023,” lanjutnya.
Tidak sendirian, Kerry juga melibatkan Dimas Werhaspati dari PT Jenggala Maritim, dan Gading Ramadan Joede dari PT Orbit Terminal Merak.
Baca Juga: Heboh Pertamax Ternyata Pertalite, Fadjar Pertamina: Kejaksaan Permasalahkan Pembelian RON 90 dan 92
Mereka bekerja sama dengan oknum pejabat Pertamina untuk mengatur harga serta memastikan agar dapat memenangkan tender.
Tidak lain, hal ini mereka lakukan agar perusahaan yang bertanggung jawab dalam menjalankan praktik impor minyak mentah dari golongannya sendiri.
Bukan main, mereka juga menaikkan harga operasional terkait impor minyak mentah yang dilakukan oleh Pertamina.
Tidak heran, kasus ini ramai disorot publik lantaran yang terlibat bukanlah dari kalangan sembarangan.
Seperti diketahui, Kerry merupakan anak sulung dari raja minyak bernama Mohammad Riza Chalid.
Yang mana, sosok Riza diketahui sempat tersandung kasus korupsi bersama dengan eks Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Nasib Setya Novanto. ***



