POJOKSATU.id, JAKARTA—Tagar polisi atau unggahan tentang polisi sedang viral di media sosial X pada Sabtu (22/2) gegara kasus penemuan mayat Feni Ere, sales marketing showroom mobil di Kota Palopo, Sulsel.
Cuitan ‘Polisi’ menyentuh angka 185 ribu postingan. Pemicu postingan ini imbas penemuan mayat Feny Ere, dimana keluarga korban merasa polisi tak serius menanggapi laporan mereka.
Miss Tweet atau @Heraloebss, mengunggah sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (22/2). Unggahannya langsung viral, dimana sudah ada 4,4 ribu postingan ulang, 724 komentar dan sudah dilihat 496 ribu orang.
Baca Juga: Ketua DPRD Karawang: Puskesmas Dilarang Tolak Warga Cek Kesehatan!
Heraloebss memposting perihal keluarga korban yang melaporkan kehilangan anaknya tahun 2024 lalu. Namun laporan mereka seolah dicuekin polisi.
Berikut unggahan lengkap Heraloebss yang viral di media sosial X.
“2024. Keluarga Korban melaporkan kasus kehilangan orang ke Polisi. Respon polisi "tidak usah cari kakamu, dia udah dewasa, mungkin dia lari sama pacarnya".
“2025.Korban ditemukan tinggal kerangka dengan kondisi Mulut terikat di pinggir jalan.”
Keluarga Korban: Polisi Tak Serius
Adik korban, Futri Ere mengaku, kakaknya dilaporkan hilang sejak 18 Januari 2024. Mereka pun langsung melaporkan hilangnya sang kakak ke polisi.
Namun, menurut Futri Polres Palopo tidak serius menangani kasus hilangnya Feni Ere.
Baca Juga: Menteri HAM Tolak Pemecatan Vokalis Band Sukatani dari Sekolah, Polisi Sudah Terima Sebagai Kritikan
Bahkan, ada salah seorang polisi yang mengatakan ke Futri untuk tidak mencari kakaknya karena korban sudah dewasa.
"Keluarga sudah sempat melapor, hanya saja mereka bilang, ‘Tidak usah cari kakamu, dia sudah dewasa, mungkin dia lari sama pacarnya’," ungkap Futri seperti dilansir dari lensaluwutimur, Sabtu (22/2).
Selama hilangnya sang kakak, keluarga melihat tidak ada keseriusan polisi dalam mencari kakaknya.
Futri juga menjelaskan ketika ada bercak darah yang ditemukan di rumah korban, namun tidak diselidiki lebih jauh oleh polisi di Polres Palopo.
Baca Juga: Terkait Intimidasi Personel Grup Band Sukatani, Ditressiber Langsung Diperiksa Propam Polda Jateng
"Tidak pernah ada pengusutan terkait celana yang penuh darah yang ditemukan di rumah kami. Apakah itu darah kakak saya atau darah binatang," ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Palopo, AKP Supriadi membantah pihaknya tidak serius dalam menangani kasus hilangnya Feny Ere.
Supriadi mengaku, pihaknya menerima laporan keluarga dan langsung ditindaklanjuti.
"Kami berikan surat tanda pelaporan atau STPL kepada keluarga korban. Kabar hilangnya korban pun sudah kami sebar melalui media sosial,” katanya.
"Kami juga sudah menyerahkan kerangka korban kepada pihak keluarga. Untuk itu, kami harapkan teman-teman media membuat pemberitaan yang berimbang," katanya.
Ditemukan 7 Februari 2025
Diketahui, Feni yang bekerja sebagai sales mobil di Palopo sempat dilaporkan hilang ke polisi pada 26 Januari 2024.
Mayat Feni baru ditemukan dalam kondisi sisa kerangka di KM 35 Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Battang Barat, Palopo, Jumat (7/2/2025) atau setahun kemudian.
Sejauh ini, polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi. Penyidik sudah memeriksa 10 saksi dalam kasus ini.
"Sudah 10 orang lebih, iya 10 orang," kata Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Sayed Ahmad kepada wartawan, Jumat (21/2).
Sayed tidak merinci identitas saksi yang diperiksa. Dia mengatakan pihak saksi yang dimintai keterangan merupakan orang terdekat yang terakhir kali bertemu dengan korban.***




