POJOKSATU.id — Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 961 kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024 dalam sebuah upacara yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 20 Februari 2025.
Para pejabat yang dilantik berasal dari 481 daerah dari total 505 daerah yang menggelar Pilkada.
Sebagian daerah masih menunggu pelantikan karena hasil pemilihannya tengah dalam proses sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Pelantikan ini mencakup 33 gubernur dan wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, serta 85 wali kota dan wakil wali kota.
Salah satu daerah yang menyelenggarakan pelantikan serentak adalah Provinsi DI Yogyakarta, yang melantik pasangan gubernur dan wakil gubernurnya, serta lima pasangan kepala daerah kabupaten/kota.
Berikut adalah daftar lengkap kepala daerah terpilih yang telah dilantik di Provinsi DI Yogyakarta:
Bupati dan Wakil Bupati
- Kabupaten Sleman: Harda Kiswaya - Danang Maharsa
- Kabupaten Kulon Progo: Agung Setyawan - Ambar Purwoko
- Kabupaten Gunung Kidul: Endah Subekti Kuntarningsih - Joko Parwoto
- Kabupaten Bantul: Abdul Halim Muslih - Aris Suharyanta
Wali Kota dan Wakil Wali Kota
- Kota Yogyakarta: Hasto Wardoyo - Wawan Harmawan
Sebelumnya, pasangan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan berhasil memenangkan Pilkada Kota Yogyakarta 2024 dengan perolehan suara terbanyak, yakni 87.485 suara.
Keduanya telah dijadwalkan untuk dilantik pada Februari 2025.
Di tengah euforia pelantikan, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengeluarkan instruksi pada 20 Februari 2025 yang meminta seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk menunda keikutsertaan mereka dalam retret yang diselenggarakan pemerintah di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21-28 Februari 2025.
Instruksi ini muncul menyusul penahanan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menindaklanjuti instruksi tersebut, delapan kepala daerah kader PDI Perjuangan dari Sumatera Utara yang telah dalam perjalanan menuju Magelang memutuskan untuk berhenti di Yogyakarta dan tidak melanjutkan perjalanan ke Magelang. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon. ***




