POJOKSATU.id, JAKARTA— Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama ratusan kepala daerah dari PDIP dilarang Megawati Soekarnoputri ikut retreat (pembekalan) bersama Prabowo di Akmil Magelang.

Menyikapi instruksi ini, Pramono Anung akan lebih dulu menghadap Ketua Umum PDIP Megawati di Kebagusan, Jakarta Selatan, Jumat ini.

Info Pramono menghadap Mega ini disampaikan kader PDIP yang saat ini menjadi Walikota Yogyakarta yaitu Hasto Wardoyo.

Dia mengatakan telah berkomunikasi dengan Pramono Anung terkait instruksi Megawati.

Baca Juga: Tanggapan Pramono Anung, Masinton dan Wayan Koster Usai Dilarang Megawati Ikut Retreat di Magelang

Hasto mengatakan Pramono akan bertemu dengan Ketua Umum PDIP itu hari ini.

Hasto adalah kader PDI Perjuangan yang terpilih dalam Pilkada Kota Yogyakarta 2024 lalu.

"Ini tadi saya sudah WA-nan dengan Pak Pram Gubernur DKI. Jadi ya Mas Pram mau menghadap Ibu dulu nanti seperti apa penjelasannya. Ini ada surat terus kita klarifikasi surat ini," kata Hasto di Balaikota Yogyakarta, Jumat (21/2/2025).

Hasto Wardoyo ingin meminta penjelasan mengenai arahan Mega tersebut.

"Saya klarifikasinya lewat Mas Pram yang dekat di Jakarta, beliau yang akan menghadap,"katanya lagi.

Baca Juga: Usai Hasto Ditahan, KPK Usut Aktor Penyandang Dana dan Pemberi Makan Harun Masiku Selama Pelarian

Instruksi Mega itu terbit menyusul penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK sejak Kamis (20/2).

Sejumlah kepala daerah kader PDIP saat ini telah mengikuti arahan Megawati tersebut dengan menunda keberangkatan ke Magelang.

Bupati Tapteng Sumut, Masinton Pasaribu, sudah menegaskan mengikuti perintah Megawati. Begitu juga Bupati Pelelawan Riau, Zukri Misran, juga mematuhi perintah Megawati.

Bupati Karanganyar Jateng, Rober Christanto, juga menegaskan hal sama. Ada 126 kader PDIP yang terpilih jadi kepala daerah dan sudah dilantik Presiden Prabowo di Jakarta, Kamis (20/2).***