POJOKSATU.ID- Tingginya minat konsumsi ikan, khususnya ikan lele di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Hal ini didorong oleh adanya pertumbuhan populasi dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan sebagai salah satu sumber protein.

Oleh karena itu, saat ini budidaya ikan lele semakin berkembang di berbagai daerah termasuk di Desa Cihideung Ilir.

Kelompok masyarakat di Desa Cihideung Ilir yang diberi nama Kelompok Tani Milenial Barokah juga ikut serta dalam melakukan pembudidayaan ikan lele di desa mereka.

Baca Juga: Wajah Mirip dengan Perempuan Selingkuhan Agnes Jennifer, Selebgram Chaca : Kenapa Aku yang Diserang, Masa Aku Pelakor

Mereka mulai melakukan budidaya lele setelah menerima sejumlah bantuan dari program pemerintah pusat berupa pemberian beberapa kolam terpal bundar bioflok.

Namun, salah satu anggota Kelompok Tani Milenial Barokah, Johan menuturkan bahwa budidaya ikan lele yang telah dilakukan oleh Kelompok Tani Milenial Barokah selama lebih dari enam bulan ini masih belum optimal.

"Setelah enam bulan kita memulai budidaya lele di kolam baru ini, masih banyak kendala yang kita hadapi. Sejauh ini kita baru berhasil panen lele sekali, sisanya masih banyak lele yang mati dan setiap siklus panen kami belum pernah untung," ujar Johan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Kelompok KKN-T Inovasi IPB University Desa Cihideung Ilir menginisiasi pertemuan antara Kelompok Tani Milenial Barokah dengan Dosen IPB University dari Departemen Budidaya Perairan, Belinda Astari S.Pi., M.Si. sebagai salah satu upaya untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada.

Baca Juga: Keruk Emas Ilegal, 2 Alat Berat Beroperasi di Lobung Lingga Bayu, APH Seolah Diam

Pertemuan ini berlokasi di Rumah Produksi Sarang Burung Walet, Cihideung Ilir, Kabupaten Bogor pada tanggal 29 Januari 2025.

"Berdasarkan laporan dari anggota Kelompok Tani Milenial Barokah, kematian pada ikan umumnya disebabkan karena penggunaan aerasi yang belum optimal sehingga banyaknya ikan yang mati dengan kondisi perut kembung. Selain itu, masih banyak hal yang perlu diperhatikan, seperti probiotik dan pemberian pakan," ungkap Belinda.

Pertemuan yang dilaksanakan juga menjadi sarana penyuluhan dari Belinda Astari terkait pentingnya perhitungan Analisis Usaha (analus) untuk memperkirakan keuntungan maupun kerugian dari setiap siklus budidaya lele.

"Perhitungan terkait manajemen budidaya lele yang dilakukan di Kelompok Tani Milenial Barokah ini masih belum terorganisasi dengan baik, misalnya data input seperti pakan dan evaluasi setiap proses pemberian pakan masih belum dikalkulasi dengan baik. Perhitungan analus diperlukan untuk memperbaiki perhitungan agar lebih terstruktur," tegas Belinda.

Baca Juga: Sororti Kasus PHK di Industri Media, Wamenaker: Jangan Dicicil Dong Pesangonnya

Salah satu anggota Kelompok Tani Barokah, Parmadi menyampaikan terima kasih kepada pihak IPB University melalui Kelompok KKN-T Inovasi Desa Cihideung Ilir dan Dosen Belinda Astari.

"Kami berterima kasih kepada teman-teman KKN-T IPB dan dosen karena sudah hadir dan bersedia berbagi ilmu dan juga bertukar pikiran dengan kami. Kami berharap dapat menerapkan ilmu yang didapat ini dan nantinya dapat menghasilkan hasil panen yang optimal untuk usaha budidaya lele kelompok kami yang masih merintis ini," pungkas Adi.***