POJOKSATU.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Indonesia dari 31 Januari hingga 2 Februari 2025. Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di laut, diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan keselamatan.

Di wilayah Indonesia bagian utara, pola angin umumnya bertiup dari Timur Laut – Timur dengan kecepatan antara 6 hingga 30 knot. Sementara itu, di bagian selatan, angin bergerak dari Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan serupa.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa wilayah, termasuk Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa, Selat Makassar bagian selatan, serta Laut Arafuru.

Baca Juga: Sororti Kasus PHK di Industri Media, Wamenaker: Jangan Dicicil Dong Pesangonnya

BMKG membagi wilayah dengan potensi gelombang tinggi menjadi dua kategori:

1. Gelombang Sedang (1,25 – 2,5 meter)
Beberapa wilayah yang diperkirakan mengalami gelombang dengan ketinggian sedang antara lain:

- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung
- Samudra Hindia selatan NTT
- Selat Karimata
- Laut Jawa bagian barat dan tengah
- Selat Makassar bagian tengah dan utara
- Laut Bali
- Laut Sulawesi
- Laut Banda
- Laut Seram
- Laut Arafuru bagian barat

Baca Juga: Perbedaan SPMB dan PPDB: Apa yang Berubah dalam Penerimaan Siswa Baru 2025?

2. Gelombang Tinggi (2,5 – 4,0 meter)
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi meliputi:

- Laut Natuna Utara
- Laut Jawa bagian timur
- Selat Makassar bagian selatan
- Laut Sumbawa
- Laut Flores
- Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB
- Laut Maluku
- Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua
- Laut Arafuru bagian tengah dan timur

Gelombang tinggi dapat mengancam keselamatan pelayaran, sehingga BMKG mengimbau masyarakat untuk memperhatikan beberapa hal berikut:

Baca Juga: Emas Batangan Kembali Naik, Berikut Harga Pecahannya

- Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang mencapai 1,25 meter.
- Kapal tongkang berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter.
- Kapal ferry berisiko jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan gelombang mencapai 2,5 meter.

Masyarakat di sekitar perairan diharapkan selalu berhati-hati dan mengikuti arahan dari otoritas terkait.

BMKG akan terus memperbarui informasi jika ada perubahan kondisi cuaca sebelum masa peringatan ini berakhir.***