POJOKSATU.id - Empat siswa SMPN 7 Mojokerto, baru-baru ini menjadi korban tenggelam, saat sedang melakukan outing class di Pantai Drini Gunungkidul.

Insiden nahas ini, terjadi saat siswa tersebut bermain di jalur Kapal yang merupakan zona rip current.

Peristiwa ini, tentu membawa duka yang mendalam bagi keluarga, sekaligus pelajaran berharga bagi semua orang.

Betapa berbahayanya rip current, sehingga perlu diwaspadai dan dihindari oleh wisatawan, agar tidak terseret ombak saat sedang bermain di pantai.

Baca Juga: Pemprov Sumut Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Anak Korban Kekerasan di Nias Selatan

Lantas, apa tu rip current?

Dilansir dari laman Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG), rip current merupakan arus kuat dari air laut, yang bergerak menjauh dari pantai.

Meski arus ini tidak menarik orang ke bawah, namun dapat menyeret orang menjauh dari bibir pantai, sehingga orang terseret akan tenggelam karena kelelahan.

Biasanya, rip current bisa disebabkan karena adanya pertemuan ombak yang sejajar, dengan arus pantai.

Kondisi ini, menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan arus yang tinggi.

Baca Juga: Menumbuhkan Kreativitas Digital Bersama Telkom dan Mendorong Skincare Lokal Dalam Seminar Satu Dekade Inspirasi

Adapun kecepatan arusnya sendiri bervariasi, tergantung dari kondisi gelombang, pasang-surut dan bentuk pantai.

Rip current ini sangat membahayakan bagi pengunjung pantai. Pasalnya, kecepatan dari rip current dapat melebihi dua meter per detiknya.

Oleh karena itu, fenomena ini perlu diwaspadai masyarakat, terutama di beberapa pantai tertentu yang memiliki ombak yang tinggi dan besar.***