POJOKSATU.id, SURABAYA -- Penyidik polisi Ditreskrimum Polda Jatim tak begitu saja percaya pisau dapur untuk memasak dan memotong buah yang digunakan tersangka Rochmat Tri Hartanto alias Antok (32) untuk memutilasi tubuh korban Uswatun Hasanah (29).
Ditreskrimum Polda Jatim masih menguji apakah benar pisau bergagang hijau itu digunakan tersangka untuk memutilasi korban Uswatun Hasanah.
Pisau yang digunakan memutilasi korban ini diberikan kepada ibunya dan dipakai ibunda Antok untuk memasak dan memotong buah di rumahnya.
Sesuai pengakuan Antok, dia sempat pulang ke rumah ibunya di Tulungagung setelah membunuh dan memutilasi korban. Di sana, Antok memberikan pisau itu kepada ibunya.
Baca Juga: Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Liverpool: Sudah Lolos, The Reds Tetap Cari Kemenangan
"Pengakuan tersangka pisau itu setelah dipakai untuk melakukan mutilasi sempat dibawa pulang dan diserahkan ke ibu, sempat dibuat masak-masak juga itu," kata Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Farman, Selasa (28/1/2025).
Namun Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim tidak serta merta percaya dengan omongan tersangka, dan diuji apakah pisau itu benar digunakan untuk memutilasi korban.
“Kita juga minta tolong ke kedokteran forensik apakah bisa pisau itu digunakan untuk melakukan mutilasi," bebernya lagi.
Pisau diduga sudah dicuci hingga tak ditemukan bekas darah korban.
"Mungkin oleh labfor itu tidak ditemukan, mungkin sudah tercuci," jelas Kombes Farman.
Diketahui, proses mutilasi dilakukan tersangka selama lima jam menggunakan pisau buah.
Potongan tubuh korban kemudian dibuang di lokasi terpisah di beberapa kota untuk mengelabui polisi.
Potongan tubuh korban dibawa menggunakan mobil Toyota Avanza yang disewa pelaku. Tubuh korban di mutilasi di salah satu hotel di Kediri.***




