POJOKSATU.ID – Cek profil dan rekam jejak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Seperti diketahui, belum lama ini sosok Satryo Soemantri Brodjonegoro didemo oleh para pegawainya.
Bukan tanpa sebab, para pegawai Mendikti Saintek ini melakukan aksi demonstran lantaran Satryo Soemantri Brodjonegoro telah bertindak arogan.
Yang mana, dirinya disebut telah melakukan pemecatan terhadap salah seorang pegawai hanya karena masalah wifi rumah dinas.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Ary_DatangLagi pada Selasa (21/1/2025).
Dalam unggahannya, beredar luas rekaman yang memperlihatkan Satryo didemo oleh para bawahannya.
Baca Juga: Farhat Abbas Ancam Akan Tuntut LQ Law Firm, Buntut Tinggalkan Agus Salim
Diketahui, aksi demonstrasi ini berlangsung di gedung Kemendikti Saintek oleh ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Mendikti Saintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro, diduga melakukan aksi penyalahgunaan kekuasaan,” jelas di-caption.
“Dugaan ini muncul setelah ratusan ASN Dikti menggelar demo di Kemendikti Saintek,” lanjutnya.
Baca Juga: Menu Pengisian DRH di SSCASN Kemenag Hilang, Peserta PPPK Bingung
Tidak heran, aksi demonstrasi ini ramai disorot publik lantaran Satryo bukanlah sosok sembarangan.
Sebab, dirinya merupakan sosok yang berdedikasi di institusi pendidikan dengan berbagai rekam jejaknya.
Seperti diketahui, karier akademiknya dimulai di Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan menerbitkan lebih dari 99 makalah ilmiah yang diakui secara internasional.
Baca Juga: Inspirasi Kreatif: Transformasi Limbah Daur Ulang oleh Nasabah PNM Mekaar
Satryo memiliki pengalaman yang luas di sektor pendidikan tinggi, terutama dalam mengimplementasikan reformasi untuk meningkatkan daya saing institusi.
Tidak hanya itu, dirinya juga sempat menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin ITB dan memperkenalkan evaluasi mandiri pada 1992.
Terlebih, saat menjabat sebagai Dirjen Dikti, ia mengambil langkah signifikan pada Desember 2000.
Baca Juga: Mau Masa Kerja Sebelum jadi CPNS Dihitung? Begini Syarat dan Alurnya!
Yang mana, dirinya mengubah beberapa institusi pendidikan tinggi besar menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN).
Selain aktivitasnya di Indonesia, Satryo juga berkontribusi di luar negeri sebagai dosen tamu di Toyohashi University of Technology, Jepang, sembari tetap melanjutkan perannya di ITB.
Kiprahnya di dunia pendidikan tidak hanya terbatas pada pengajaran, tetapi juga melibatkan dirinya dalam proyek-proyek besar.
Baca Juga: Gelar Evaluasi Pengawasan Partisipatif Pilkada Serentak 2024, Bawaslu Sumut: Masih Banyak Kelemahan
Seperti menjalin kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam merancang gedung Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin di Gowa.
Namun, rekam jejaknya yang mentereng ini seketika langsung tercoreng usai dirinya dilabeli arogan oleh para bawahannya di Kemendikti Saintek. ***



