POJOKSATU.ID – Baru-baru ini publik tengah dihebohkan dengan sosok Staf Khusus (Stafsus) Menteri Komunikasi dan Digital (Mekomdigi) Rudi Sutanto.

Seperti diketahui, Rudi Sutanto yang baru saja dilanti jadi Stafsus Menkomdigi ini ramai disebut merupakan seorang buzzer.

Menanggapi hal ini, Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui kebenaran dibalik sosok Rudi Sutanto.

Baca Juga: Manfaat Daun Sirih Bagi Para Wanita, Perawatan Alami untuk Tubuh dan Kulit Cantik

“Saya tidak tahu ya, Rudi Sutanto yang saya kenal Rudi Sutanto gitu,” ucapnya yang dikutip dari portal Pojoksatu.id.

Tidak hanya itu, Meutya juga menjelaskan bahwa diterimanya Rudi Sutanto menjadi Stafsus Menkomdigi tidak lain dari latar belakang pendidikannya.

Yang mana, Menkomdigi ini mengonfirmasi bahwa rekam jejak Rudi Sutanto sangat sesuai dengan kebutuhan kementerian.

Baca Juga: Peringati Hari Jadi Pernikahan, Arie Kriting Beri Pesan Haru Untuk Indah Permatasari

Oleh karena itu, Rudi Sutanto diangkat menjadi Stafsus Menkomdigi bidang Strategi Komunikasi.

“Saya tidak mau berspekulasi mengenai siapa Rudi Sutanto, CV yang kami terima karena beliau juga strategi komunikasi,” ucapnya.

“Jadi juga mewarnai di kementerian ini, karena secara kementrian tidak hanya digital tapi juga bidang komunikasi,” lanjutnya.

Baca Juga: Imbas Angin Kencang, Sejumlah Pohon Besar di Tuban Tumbang, Kerugian Capai Puluhan Juta

Alih-alih demikian, pernyataan Meutya sontak ramai disorot publik usai tidak mengetahui bahwa Rudi Sutanto merupakan seorang buzzer.

Sebab, Rudi Sutanto disebut sebagai pemilik akun Rudi Valinka yang kerap kali mencecar Presiden Prabowo secara pribadi.

“Harusnya cek dulu data jejak digital rekam jejaknya sebelum mengangkat pejabat tersebut,” cuit @Ilhamtob.

Baca Juga: Jejak Digital Rudi Valinka Terbongkar! Ternyata Sempat Singgung Prabowo Kini Dilantik Jadi Stafsus Menkomdigi

“Menteri ga tau siapa yang dilantik berarti ga ada fit n proper test asal terima aja, kalau bukan orang titipan apa lagi alasan nya,” ketik @Nplangaplongo.

“Katanya gak tau, biar tau baca CV nya. Sekelas kerja pabrik sekalipun pasti diminta CV, ini sekelas kementerian,” cuit @Nurulygkaukenal. ***