POJOKSATU.ID – Inilah sosok Pratu Andi Tamabru, salan satu anggota TNI di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ramai diperbincangkan.

Seperti diketahui, belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kabar meniggalnya sosok Andi Tambaru.

Yang mana, dirinya disebut tewas mengenaskan usai melakukan aksi bunuh diri dengan cara bergantung di sebuah pohon.

Baca Juga: Kronologi Kasus Pratu Andi Tambaru, Anggota TNI di NTT Tewas Bunuh Diri Diduga Gegara Tak Sanggup Bayar Mahar Rp250 Juta

Diduga, penyebab tindakan Andi Tambaru ini tidak lain terkait biaya mahar pernikahannya dengan sang kekasih sebesar Rp250 juta.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Jenny Elistiana Tubulau.

Dalam unggahannya, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes turut mengonfirmasi kasus tersebut.

Baca Juga: Diet Tanpa Kelaparan: Berikut Rekomendasi Buah yang Cocok untuk Program Diet Anda

Nunes juga menjelaskan bahwa korban bertindak amoral diduga terkait permasalahan hubungan percintaannya.

Yang mana, korban merasa terbebani lantaran pihak keluarga sang kekasih menuntutnya dengan mahar pernikahan sebesar Rp250 juta.

“Motif sementara seperti itu ya, karena permasalahan asmara dengan pacarnya,” ucap Danrem Brigjen TNI.

Baca Juga: Dibuka Hari Ini! Simak Langkah-Langkah Pendaftaran SNPMB 2025. Jadwal, Cara Registrasi, SNBP, SNBT, dan Siswa Gap Year

“Di mana tuntutan orang tua pacar agar menyiapkan mahar Rp250 juta sebelum menikah,” lanjutnya.

Namun, kematian anggotanya yang tergantung di sebuah pohon tidak cukup dijadikan bukti kebenaran.

Nunes menuturkan bahwa kasus meninggalnya Andi tengah dalam penyelidikan lebih lanjut guna mencari kebenaran kasus tersebut.

Baca Juga: Inilah Tampang Haryati, Oknum Guru SD Swasta Abdi Sukma Medan Hukum Siswa Duduk di Lantai Gegara Tak Mampu Bayar SPP

Sementara itu, jasad Andi diketahui telah dievakuasi untuk diantarkan ke kampung halaman tempat keluarganya berada.

“Jenazahnya sementara dalam penanganan Kodim 1627 Rote Ndao di NTT,” jelas Nunes.

“Anggota di sana juga bekerja sama dengan Polres Rote Ndao untuk melakukan penyelidikan terkait penyebab kematiannya lebih lanjut,” lanjutnya. ***