POJOKSATU.id - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamuddin mengusulkan pemerintah membuka kesempatan pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat melalui Zakat infaq sedekah (ZIS).
Menurutnya, selama ini sudah banyak masyarakat kelas menengah atas yang sudah memiliki tradisi memberikan bantuan makanan kepada anak sekolah.
Ia percaya Masyarakat juga ingin bergotong royong untuk terlibat langsung dalam pembiayaan program MBG pemerintah.
Apalagi di dalam program MBG mengandung misi kemanusiaan yang universal.
"Bagi sebagian besar anak-anak Indonesia di daerah, program MBG menjadi kebutuhan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan mereka," ujar Sultan melalui keterangan resminya. Sabtu 11 Jaunuari 2024.
Di sisi lain, pihaknya menyadari pemerintah tentu masih membutuhkan dukungan pembiayaan yang lebih dalam mensukseskan program ini.
Sehingga alangkah baiknya jika partisipasi dan pembiayaan dari masyarakat juga perlu disiapkan oleh pemerintah.
Terlebih Indonesia selama ini dikenal sebagai bangsa dengan tingkat kedermawanan yang cukup tinggi.
Maka dukungan pembiayaan terhadap kebudayaan pokok masyarakat sudah menjadi hal yang lumrah.
"Tinggal bagaimana pemerintah mampu menyiapkan skema pengumpulan dana hibah, Zakat infaq dan sedekah tersebut dengan manajemen yang akuntabel dan transparan," ucap dia.
Sultan juga mendorong pemerintah perlu memanfaatkan potensi zakat yang besar melalui lembaga-lembaga ZIS, khususnya Badan Zakat Nasional (BAZNAS).
Ia meyakini dana ZIS bisa memenuhi separuh dari kebutuhan anggaran program MBG.
Yang perlu dilakukan pemerintah adalah menyiapkan skema pembiayaan yang partisipatif agar program MBG dapat berjalan baik dan maksimal dengan semangat gotong royong.
"Kami percaya masyarakat juga organisasi kemasyarakatan khususnya ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU akan menyambut baik dan mendukung penuh inovasi pembiayaan yang kami usulkan ini," tandas dia.
Untuk diketahui, pemerintah telah menganggarkan Rp71 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis dan hanya bisa mencukupi hingga Juni 2025 saja.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Bahkan anggaran besar tersebut masih belum mampu mencakup kebutuhan untuk seluruh anak sekolah di Indonesia.***




