POJOKSATU.id, JAKARTA-- Beredar video viral mobil dinas menteri RI 36 dengan motor Patwal bertindak arogan saat memecah kemacetan jalan di DKI Jakarta.
Video RI 36 ini pun viral di medsos dan menjadi trending di laman X (Twitter), Jumat (10/01/2025). Sudah ada 9.246 unggahan terkait mobil dinas menteri ini hingga Jumat malam.
Dalam video yang beredar di Instagram @pmi_official dan juga di laman X @ inilahcom dan @akuratco, terlihat seorang polisi Patwal menyalakan lampu strobo sembari membuka jalan untuk iring-iringan mobil pejabat berpelat RI 36 di tengah kemacetan.
Di depan iring-iringan tersebut, sebuah taksi Alphard tampak berusaha menyelinap di sela-sela kemacetan sehingga menghalangi laju rombongan pejabat di belakangnya.
Polisi Patwal yang mengawal rombongan itu segera memepet motornya di samping mobil taksi Alphard hitam itu, lalu menunjuk sopir dengan gestur tegas sambil memberikan peringatan.
Dari data yang dihimpun Pojoksatu.id, mobil dinas RI 36 ini merupakan milik Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Komdigi saat ini.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membantah memiliki mobil berpelat RI 36 tersebut.
Baca Juga: Jawa Barat Raih Skor 60,26 di Indeks TDN 2022, Ungguli Rata-Rata Nasional 49,20 Poin
Dia menegaskan sebagai Menkomdigi, dia saat ini menggunakan mobil berpelat RI 22 dengan nomor kecil 3.
"Kemkomdigi menggunakan mobil dinas dengan pelat nomor 22," kata Meutya Hafid, Jumat (10/1/2025) dilansir Kompascom.
Senada Menteri Koperasi, Budi Arie, mengaku bahwa mobil dinas dengan pelat RI 36 sempat dia gunakan semasa menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika.
Namun sudah tidak dia gunakan lagi sejak pindah dari Kementerian Kominfo ke Kementerian Koperasi.
"Bukan, bukan punya saya. Saya sudah tidak menggunakan RI 36 lagi sejak pindah kementerian," ungkap Budi Arie, Jumat (9/1/2025).
Saat dikejar pertanyaan soal pemilik saat ini, Budi Arie pun mengaku tak tahu menahu.
Sementara Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid juga membantah mobil itu milik kementeriannya.
Nusron melalui unggahan akun Instagram pribadinya, menegaskan mobil yang ditumpanginya berpelat RI 26, itupun jarang dipakainya.
Sementara terkait aksi petugas Patwal yang mengawal mobil RI 36, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, memberi respon.
Dia menegaskan pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika memang petugas tersebut terbukti berperilaku arogan.
Namun Brigjen Slamet mengaku hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan soal adanya tindakan arogan dari petugas patwal yang mengawal mobil dinas RI 36 ini.***




