POJOKSATU.id — Menyandang status tersangka KPK dalam kasus buron Harun Masiku, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto muncul di konferensi pers PDIP menjelang perayaan ulang tahun partai ke-52.
Dijadwalkan akan diperiksa KPK pada Senin (13/1/2024), Hasto memimpin sesi konferensi pers didampingi beberapa Ketua DPP PDIP setelah tidak hadir dalam pemeriksaan KPK sebelumnya.
Hasto didampingi Djarot Saiful Hidayat, Ronny Talapessy, sampai juru bicara partai, Guntur Romli
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bakal menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 pada Jumat (10/1/2025), bertempat di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Acara tersebut dipastikan akan berlangsung sederhana dan lebih bersifat internal.
Namun, PDI-P tidak mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri acara tersebut.
Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan bahwa alasan tidak mengundang Prabowo karena acara HUT dirancang untuk menjaga kesederhanaan.
“Karena Pak Prabowo itu, insya Allah kita akan mengundang saat menjelang Kongres Partai,” ujar Djarot dalam jumpa pers di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2025).
Selain itu, Djarot menyebut bahwa agenda HUT PDI-P merupakan momen refleksi partai dan tidak berorientasi pada perayaan mewah.
Djarot menegaskan bahwa HUT ke-52 PDI-P digelar dengan penuh kesederhanaan mengingat situasi ekonomi bangsa yang tidak sedang baik.
Acara HUT ke-52 PDI-P kali ini mengangkat tema “Satyam Eva Jayate” dengan subtema “Api Perjuangan Nan Tak Kunjung Padam”.
“Kalau kita hadapkan HUT partai yang mewah begitu, itu akan menyakiti hati rakyat. Jadi penuh dengan kesederhanaan, tapi secara bermakna dan secara ideologis dan langsung diikuti dengan gerakan kita untuk bisa langsung turun bersama-sama dengan rakyat,” jelasnya.
Baca Juga: PDIP Kritisi Koper Besar yang Dibawa KPK dari Rumah Hasto, Jangan Dramatisasi Berlebihan
Djarot juga menyatakan bahwa acara ini tidak mengundang perwakilan pemerintah lainnya.
“Terkait undangan, HUT partai ini karena acara sederhana kita tidak mengundang wakil pemerintah,” katanya.
Sebaliknya, Djarot menyebut bahwa momentum ini akan lebih difokuskan untuk internal partai guna introspeksi dan merancang berbagai kegiatan yang menyentuh rakyat secara langsung.
Djarot menjelaskan bahwa yang diundang dalam acara ini adalah seluruh pengurus DPP partai, para senior partai, serta DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Selain itu, ketua, sekretaris, bendahara badan dan sayap partai, pimpinan fraksi PDI-P di DPR RI, anggota DPRD Provinsi Jakarta, serta tokoh-tokoh senior partai juga diundang.
“Diperkirakan yang hadir karena tempatnya terbatas kurang lebih ada 300 orang, baik di lantai 2, aula partai, dan di lantai 1,” tambah Djarot.***




