POJOKSATU.id, PAPUA— Kasat Reskrim Teluk Bintuni AKP Tomi Samuel Marbun telah hilang selama 9 hari usai insiden baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau OPM Papua Barat, Rabu (18/12/2024).

Dari biodatanya, Samuel lahir dan besar di Kota Pematangsiantar, Sumut. Ia memiliki seorang istri bernama Riah Ukur Tarigan. Dia merupakan ayah satu anak berusia 8 bulan bernama Nathan Sam Aldetri.

Samuel Marbun merupakan lulusan Akpol tahun 2017. Di Polres Teluk Bintuni, Tomi menjabat sebagai Kasat Reskrim hampir tiga tahun atau sejak 2021.

Baca Juga: Pencarian Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Tomi S. Masih Dilanjutkan, TNI Kirim Pasukan Bantuan, Marten Aikinggin Tewas, Pengejaran KKB Diteruskan

Orang tua Samuel beralamat di Jalan Dalil Tani I, Kebun Sayur, Siantar Timur. Orangtuanya dikenal sebagai pengusaha katering di Kampung Kristen.

Samuel juga masih adik sepupu Ronald Tampubolon atau calon wakil walikota Pematangsiantar.

Samuel Marbun menikah pada November 2022 di HKBP Sopogodang, Kota Pematangsiantar.

AKP Tomi Samuel Marbun dilaporkan hilang setelah terjadi kontak tembak dengan KKB.

Polres Teluk Bintuni dan keluarga meminta bantuan masyarakat khususnya yang berada di sekitar kawasan Sungai Cempedak hingga Muara Rawara, untuk memberikan informasi yang dapat membantu dalam pencarian Kasat Reskrim tersebut.

Baca Juga: Uang Suara

Sebagai tanda terima kasih, keluarga Samuel Marbun menawarkan imbalan berupa lima mesin Johnson (mesin tempel) atau uang tunai kepada siapa saja yang dapat menemukan Kasat Reskrim yang hilang.

Tomi Samuel Marbun juga memilik seorang adik anggota Polri, sama-sama lulusan Akpol.

AKP Tomi Samuel Marbun pernah mendapatkan penghargaan dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Penyerahaan dilaksanakan di lapangan apel Polres Teluk Bintuni, Senin (21/10/2024).

Baca Juga: Gaji PPPK di Luwu Utara Dipotong Hingga Rp100 Ribu per Bulan, Buat Setoran ke Koordinator

Penghargaan tersebut diberikan karena AKP Tomi Samuel Marbun bersama 10 anggota Polres Teluk Bintuni dinilai berhasil mengungkap kasus pembunuhan empat pekerja jalan Trans Papua Barat di Moskono Barat pada 22 September 2022.

Ibu Samuel Berharap ke Presiden

Suara parau Elfrida Gultom mengundang tangis keluarga besarnya kala menceritakan kondisi Tomi Samuel Marbun, Sabtu (21/12/2024) lalu.

Elfrida mengaku pertama kali mendapat kabar hilangnya anak keduanya itu dari sang menantu Riah Ukur Tarigan.

“Hari Rabu, pukul 11.00 waktu sini, parumaenku (menantu) menelpon saya kalau si Tomi hilang kontak. Saya menyampaikan kepada parumaen mungkin nggak ada sinyal. Saya tanya itu berita dari mana? Katanya dari Kapolres," kata Elfrida.

Baca Juga: Tuai Banyak Pertanyaan Warganet, Ternyata Ini Arti Gelar BSc Milik Gibran Rakabuming Raka

"Pukul 17.00 WIB, parumaenku nelpon kalau Tomi tergelincir dari kapal. Saya bilang kok bisa tergelincir. Waktu itu saya minta kepada bapak yang terhormat Bapak Kapolres Teluk Bintuni tolong pencarian anak kami Tomi dapat dilanjutkan, dimaksimalkan lah Pak," sambung Elfrida dengan tangan memohon.

Elfrida mengatakan anaknya sudah memperjuangkan NKRI sejak penempatan pertama kali tahun 2017.

"Tolong bapak presiden yang terhormat, bapak kapolri tolong berikanlah perhatian kepada anak kami Tomi," katanya lagi.

Sejak ditugaskan di Tanah Papua, Tomi tak absen meminta doa ibunya kala bertugas di mana pun.

"Dia setiap bertugas selalu minta doa saya. Saya beberapa kali bilang 'nggak takut kau Mang?', dia bilang "nggak apa mak, tujuan kita baik kok". Begitulah setiap mau tugas operasi," kenang Elfrida.***