POJOKSATU.ID – Kasus penganiayaan selebgram Chandrika Chika di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) di Jakarta Selatan (Jaksel) kian memanas.

Pasalnya, korban yang masih menyandang status mahasiswa bernama Yuliana Byun menjadi korban selebgram tersebut.

Yang mana, dirinya dianiaya oleh Chandrika Chika pada Kamis (19/12/2024) sekitar pukul 04.30 WIB hingga alami patah tulang.

Baca Juga: Terekam CCTV! Detik-detik Chandrika Chika Aniaya Yuliana Byun di SCBD Jaksel, Diduga Gegara Pengaruh Alkohol

Berdasarkan informasi beredar, Yuliana Byun menjadi korban Chandrika Chika lantaran diduga karena pengaruh alkohol.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X @Heraloebss pada Jumat (20/12/2024).

Dalam unggahannya, Chika dikonfirmasi diduga dalam pengaruh alkohol saat menganiaya korban.

Baca Juga: Hamil Anak Kembar, Siti Badriah Justru Harus Jalani Operasi, Ada Apa?

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh PLH Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi.

Nurma menjelaskan bahwa kasus ini disinyalir adanya kemungkinan bahwa Chika sedang dalam pengaruh alkohol.

Namun, hal ini masih ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian untuk mengetahui pasti penyebab penganiayaan itu terjadi.

Baca Juga: Ketum Ormas Islam Ini Ajak Umat Harus Selalu Siap Bela Negara

“Kami masih mendalami kemungkinan adanya pengaruh alkohol. Laporan sudah kami terima dan akan ditindaklanjuti,” jelas Nurma.

Usut punya usut, korban penganiayaan selebgram ini ternyata mengaku tidak saling kenal dengan Chika.

Nurma menjelaskan bahwa tindak kekerasan yang dilakukan Chika tidak lain hanya karena salah paham.

Baca Juga: Polisi Segera Panggil Selebgram Chandrika Chika Terkait Kasus Penganiayaan Mahasiswi di Kawasan SCBD

Yang mana, keduanya sempat saling pandang hingga membuat Chika tidak suka dan berujung melakukan penganiayaan.

“Menurut pengakuan oleh korban, dia berdiri kemudian ada seseorang perempuan berdiri menunggu kendaraan di salah satu kawasan di SCBD,” jelasnya.

“Kemudian perempuan tersebut melihat. Sebetulnya salah paham itu saling melihat dan saling pandang,” lanjut Nurma. ***