POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus viral oknum polisi Polsek Sumenep Kota, Madura, Jawa Timur di bawah ini.
Seperti diketahui, salah satu oknum polisi diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap warganya.
Yang mana, oknum polisi yang bertugas di Polsek Sumenep Kota ini disinyalir telah menantang carok salah seorang warga.
Berdasarkan informasi beredar, kasus ini terjadi lantaran korban tidak diberikan layanan pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Sebagaimana dikutip dari portal radarsurabaya.jawapos.com pada Kamis (19/12/2024) yang membeberkan kasus tersebut.
Dalam artikelnya, korban dikonfirmasi telah ditantang duel carok oleh oknum Polsek Sumenep Kota.
Baca Juga: Pentingnya Grooming untuk Menciptakan Pengalaman Customer yang Menarik, Ini Alasannya!
Yang mana, kejadian bermula saat korban hendak melaporkan STNK miliknya yang telah hilang kepada para aparat.
Pihak kepolisian yang mengetahui hal ini sontak mengarahkan korban untuk menunggu antrian dalam proses pembuatan STNK.
Alih-alih menunggu, antrian korban justru diserobot oleh salah seorang warga yang langsung dilayani oleh para aparat.
Baca Juga: Sentral Pemberdayaan Desa Seluruh Provinsi Indonesia 2025
Padahal, dirinya telah menunggu cukup lama untuk melakukan proses pembuatan STNK di Polsek Sumenep Kota.
“Setelah menunggu sekitar 30 menit, ia merasa kecewa karena tak kunjung dilayani, sementara warga lain yang datang belakangan justru dilayani lebih dulu,” jelas dalam artikel.
Diketahui, korban yang tidak terima dengan perlakuan pelayanan ini sontak meminta penjelasan kepada para aparat.
Baca Juga: Gen-Z Wajib Mampir! inilah 5 Rekomendasi Tempat Nongkrong di Parung untuk Malam Tahun Baru 2025
Warga yang tidak terima dengan meminta penjelasan kepada para aparat ini justru mengalami hal yang tidak mengenakkan.
Yang mana, dirinya justru ditantang oleh oknum Polsek Sumenep Kota usai sebelumnya sempat terlibat cekcok terlebih dahulu.
“Ketidakadilan ini memicu protes dari warga tersebut yang berakhir dengan adu mulut antara sejumlah warga dan salah satu petugas polisi,” jelas dikutip.
Baca Juga: Curi Dana KPU Langkat Sebesar Rp150 Juta, Polda Sumut Tangkap Dua Pelaku
“Salah satu petugas polisi tersebut diduga mengeluarkan ancaman dengan mengajak duel carok,” lanjut laporan dalam artikel. ***



