POJOKSATU.id, JAKARTA— Mantan Capres 01 Anies Baswedan menyoroti penyusutan kelas menengah di Indonesia yang ditunjukkan dengan daya beli masyarakat yang menurun.
Selain susutnya kelas menengah, Anies Baswedan juga menyoroti banyaknya ketimpangan di berbagai sektor khususnya kesehatan dan pendidikan.
Sebagai mantan Rektor Universitas Paramadina, Anies kembali ke kampus itu pada kuliah kebangsaan yang digelar Senin (16/12/2024).
Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina yang menggelar Kuliah Kebangsaan Volume 2 tersebut dengan dengan tema “Lentera Demokrasi Menerangi Jalan Menuju Keadilan Sosial”.
Baca Juga: Kalimantan Selatan Di Simpang Jalan
Dalam kuliah kebangsaan ini, ia menyoroti tantangan ketimpangan yang masih terjadi di berbagai sektor khususnya kesehatan dan pendidikan.
Anies mengisahkan pengalamannya saat memimpin Jakarta di masa pandemi Covid-19, ketika banyak masyarakat dari luar Jakarta datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Anies juga menyoroti kasus penyusutan kelas menengah di Indonesia yang menurutnya disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat.
Meski begitu, ia menilai kecerdasan dan kompetensi kelas menengah masih tetap terjaga.
“Pendidikan, terutama pendidikan tinggi, memiliki peran sebagai eskalator sosial yang memungkinkan masyarakat kelas bawah naik ke kelas menengah,” katanya.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Tersangka Anggota DPRD Lampung Selatan Terkait Kasus Ijazah Palsu
“Namun, jika pendidikan tinggi terlalu mahal, masyarakat kelas bawah akan sulit naik kelas,” jelasnya lagi.
Anies menekankan, kesetaraan di bidang pendidikan adalah prasyarat utama untuk mencapai keadilan sosial.
Anies membagikan pandangannya tentang perjalanan demokrasi Indonesia saat ini.
“Proses menjadi bangsa Indonesia sangat panjang. Namun, pada dasarnya, Indonesia merdeka untuk menegakkan keadilan sosial. Hal ini tertuang jelas dalam Pembukaan UUD 1945: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,’” ujar Anies.
Baca Juga: Tak Jadi Kebal Hukum, Beginilah Akhir Nasib Anak Bos Toko Roti Kini Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara
Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Dr Fatchiah E Kertamuda, dalam sambutannya mengingatkan kembali visi besar Nurcholish Madjid, pendiri universitas ini, tentang pentingnya nilai kepemimpinan, etika, dan kewirausahaan (leadership, ethics, dan entrepreneurship).
Ia menekankan integrasi keindonesiaan, keislaman, dan kemodernan sebagai fondasi utama yang harus diwujudkan oleh para mahasiswa.
Acara ini diselenggarakan di Auditorium Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Kampus Cipayung, Senin.***




