POJOKSATU.ID – Kasus penganiayaan pegawai oleh anak bos toko roti Lindayes George Sugama Halim di Jakarta Timur (Jaktim) kian menarik perhatian publik.
Sebab, belum lama ini akun pribadi toko roti Lindayes memberikan klarifikasi atas kasus penganiayaan yang menyeret George Sugama Halim.
Seperti diketahui, anak bos toko roti Lindayes ini telah melakukan tindak penganiayaan terhadap salah seorang pegawai Dwi Ayu Darmawati (19).
Baca Juga: Ini Dia Penampakan iPhone 17 yang Digadang-gadang Akan Segera Launching dengan Desain Baru
“Lindayes disini meminta maaf sebesar-besarnya,” jelas di akun Instagram pribadi Lindayes yang dikutip Pojoksatu.id.
Tidak hanya itu, pihak toko roti Lindayes juga menuturkan akan mengawal kasus penganiayaan ini sesuai dengan ketentuan kepolisian.
Di mana, mereka ingin kasus yang telah menyeret anak bos toko roti tersebut mendapatkan ganjaran setimpal.
“Kami akan mendukung penuh masalah hukum yang telah terjadi di temapt kami untuk dapat diproses secepat-cepatnya,” terangnya.
Diketahui, korban penganiayaan George ternyata tidak hanya salah seorang pegawai toko roti Lindayes.
Melainkan, anggota keluarga George juga menjadi korban penganiayaan seperti pegawai roti tersebut.
Baca Juga: Ini Penjelasan Kompolnas Terkait Lamanya Penanganan Kasus Anak Bos Roti yang Ternyata Sudah 2 Bulan
Sebab, anak bos toko roti ini ternyata memiliki gangguan mental yang menyebabkannya bertindak demikian.
Hal ini diungkapkan langsung oleh pihak Lindayes setelah memberikan permohonan maaf terkait kasus yang telah terjadi.
“Beliau merupakan anak pemilik (toko) namun memiliki keterbelakangan kecerdasan IQ dan EQ yang sudah pernah di tes,” jelasnya.
Baca Juga: Ibu Dipanggil Polisi, Ayah Terseret-seret, Status Mahasiswa Lady Aurellia Pramesti Kini Dibekukan
“Dan memang bahkan bukan hanya terjadi kepada saudari (Dwi) melainkan terjadi juga kepada pemilik dan saudaranya,” lanjutnya.
Kendati demikian, George yang disebut menjadi pelaku penganiayaan ini diketahui berhasil diamankan.
Yang mana, dirinya telah ditangkap oleh aparat kepolisian setelah sempat melarikan diri ke kawasan Sukabumi, Jawa Barat. ***


.webp)
