POJOKSATU.id, JAKARTA— Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh menyebut kasus narkoba yang menjerat Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari mendapat atensi dari Mendagri Tito Karnavian.

Menurut Pj Gubernur Zudan, Mendagri bahkan sudah menghubungi kepala BNN terkait kasus Suhartina. Namun hingga kini belum ada laporan resmi BNN terkait ini.

Pj Gubernur belum bisa mengusulkan tindakan pemecatan karena masih menunggu laporan resmi Badan Narkotika Nasional (BNN).

Menurut Gubernur, Mendagri sudah menghubungi langsung BNN Pusat untuk berkoordinasi terkait hal itu.

Baca Juga: Prabu Diaz Apresiasi Kapolres Cirebon Kota atas Keberhasilan Amankan Pilkada 2024

”Jadi Pak Mendagri ikut memantau kasus dugaan penyalahgunaan narkoba oleh Wakil Bupati Maros. Malah sudah menghubungi BNN pusat untuk koordinasi kasusnya seperti apa,” kata Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh di Makassar, Selasa (10/12).

Zudan menegaskan proses pemecatan Suhartina belum bisa dilakukan dikarenakan BNN belum memberikan hasil resmi pemeriksaannya ke Gubernur dan Kemendagri.

Menurutnya, kasus narkoba itu harus mendapat laporan resmi. Dan sampai sekarang belum ada masuk laporannya dari BNN.

Baca Juga: SAH! 8 Provinsi Ini Sudah Ditetapkan Besaran UMP 2025

“Kami sudah ketemu dengan kepala BNN minta laporan resminya. Karena kami tidak bisa langsung memberhentikan. Itu hak konstitusional yang bersangkutan,” katanya.

“Kita (tidak tahu) kadar narkobanya seperti apa. Itu kan harus dicek. Nanti kami cek lagi ke BNN,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Suhartina dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Kader partai Golkar ini dinyatakan tidak memenuhi syarat maju pilkada Maros 2024 sebagai calon wakil bupati mendampingi Chaidir Syam.

Suhartina adalah Wakil Bupati Maros 2021-2024. Namun di kontestasi 2024, Suhartina tidak maju lagi, dia tidak lolos tes kesehatan atau Tidak Memenuhi Syarat.

Baca Juga: Tolak Bom

Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel) Brigjen Budi Sajidin menyebut Suhartina Bohari positif narkoba.

Hal ini diterangkan Budi di grandfinal pemilihan Duta Anti Narkoba Maros 2024 di Gedung Serbaguna, Kabupaten Maros, Jumat (6/12/2024).

Acara tersebut dihadiri Bupati Maros Chaidir Syam, Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendra Jaya, Dandim 1422/Maros Letkol Nikolas Sirilus, dan pejabat lainnya.

"Pak Sudaryanto lapor ke saya, 'Pak, ini positif'. Coba dicek lagi, masa wakil bupati make," kata Budi dalam sambutannya di hadapan tamu dan 30 finalis Duta Anti Narkoba Maros 2024.

Budi yang masih ragu kemudian meminta untuk dilakukan tes ulang. BNNP Sulsel kembali melakukan uji laboratorium. Dan mengejutkan, hasil uji laboratorium Suhartina ternyata masih positif narkoba.***