POJOKSATU.id, JAKARTA - Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya bibit siklon di Samudera Hindia Barat Daya Banten.

Dimana, kemunculan bibit siklon ini dapat berdampak terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di sebagian wilayah di Indonesia.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyebut jika bibit siklon ini berdampak pada kepada cuaca, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai badai atau petir dan angin kencang di beberapa daerah.

Baca Juga: Pleno KPU Jakarta Tetapkan Pramono Anung-Rano Menang Satu Putaran Meski Tim RIDO Walk Out

Seperti halnya meliputi wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, hingga Jabodetabek.

"Untuk wilayah di perairan selatan selat Sunda, dampak angin kencang kisaran 15-25 knot," katanya dikutip pada Minggu (8/12/2024).

Sementara Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan bahwa potensi area lain di laut Timor, juga dapat berkembang menjadi bibit siklon tropis.

Menurutnya, area tersebut dapat memengaruhi cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan juga Maluku.

Baca Juga: Debat Panas, Ini Kronologi Tim Ridwan Kamil Walk Out dari Pleno Penetapan Hasil Pilkada Jakarta 2024 

"Potensi hujan lebat dan gelombang setinggi 2.5 meter dapat terjadi selama periode 6-8 Desember 2024," jelasnya.

Oleh karena itu, BMKG menegaskan kepada masyarakat, terkait pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak meremehkan dampak dari cuaca ekstrem ini, demi kebaikan dan keselamatan bersama.

Dengan begitu, BMKG juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem yang dapat terjadi.

Diantaranya seperti angin puting beliung, hujan disertai kilat atau petir, hujan es, banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, jalan licin, hingga pohon tumbang.***