POJOKSATU.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
"Meninggal dunia satu jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, Rabu (4/12/2024).
Ditambahkan Deden Sumpena, bencana longsor tersebut terjadi di 14 titik dan tersebar di sejumlah kecamatan.
Baca Juga: Bupati Madina Sebut Pembangunan Jalan Aek Godang ke Tambangan Ditunda Tahun 2024
Selain itu, BPBD Kabupaten Sukabumi juga mencatat bencana banjir terjadi di 8 titik, angin kencang di 9 titik, dan pergerakan tanah di 6 titik.
"Total bencana 37 titik, jumlah kecamatan terdampak 22," ucap Deden.
Ditambahkan Deden, pihaknya juga mencatat ada sebanyak 113 KK atau 257 jiwa terdampak dan sebanyak 46 KK atau 71 jiwa mengungsi.
Deden menyebut bencana yang terjadi Kabupaten Sukabumi ini mengakibatkan 56 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat.
Berikut wilayah yang terdampak banjir dan longsor menurut BPBD Kabupaten Sukabumi:
Wilayah Terdampak banjir
1. Wilayah Kecamatan Ciemas
2. Wilayah Kecamatan Palabuhanratu
3. Kp. cimanggu RT. 5/2, Desa Tegallega, Kecamatan Cidolog
4. wilayah kecamatan gegerbitung
5. Kp. Puncakpari RT. 8/3, Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud
6. Kp. Cikadu RT. 9/3, Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud
7. Wilayah Kecamatan Pabuaran
Wilayah Terdampak longsor
1. Kp. Cisaat RT. 1/2, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan
2. Kp. Cimapag, RT. 4/4, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok
3. Kp. Cikawung RT. 1/3, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak
4. Kp. Cileutik RT. 1/4, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten
5. Kp. Sawahbera RT. 10/8, Desa Loji, Kecamatan Simpenan
6. Kp. Babadan RT. 2/30, Kel. Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu
7. Kp. Nyomplong RT. 2/3, Desa Hegarmamah, Kecamatan Warungkiara
8. Kp. Ciaul II RT. 14/4, Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong
Baca Juga: Banjir Setinggi 2 Meter di Agrabinta Cianjur, BPBD: 296 Jiwa Terdampak
Wilayah Terdampak pergerakan tanah
1. Kp. Cohonje RT. 1/6, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar
2. Kp. Linggaresmi RT. 3/6, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung
3. Kp. Cikarang Tawang, RT. 1/5, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung
4. Kp. Bantargadung Girang RT. 4/3, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung
Baca Juga: Pilkada Usai, Kasus Kekerasan Seksual Korban IL Berlanjut
Wilayah Terdampak cuaca ekstrem
1. Kp. Lembur RT. 1/ 18, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja
2. Kp. Palasari RT. 3/6, Desa Cileungsing, Kecamatan Cikakak
3. Kp. Cijoneng RT. 2/16, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara
4. Kp. Bangkongreang RT. 3/4, Desa Benda, Kecamatan Cicurug
5. Kp. Balekambang RT. 15/7, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung
Baca Juga: UBP Karawang Pererat Kerja Sama dengan Guru BK se-Karawang
6. Kp. Cipamingkis RT. 6/3, Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang
7. Kp. Sindangsari RT. 3/6, Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar
Foto dan video banjir bandang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, beredar di media sosial pada hari ini, Rabu (4/11/2024).
Selain banjir, dalam waktu bersamaan BPBD Sukabumi juga melaporkan adanya peristiwa bencana tanah longsor dan pergerakan tanah yang berdampak pada sedikitnya 18 kawasan.
Efek Sirkulasi Siklonik
Terpisah, peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menyebut banjir bandang Sukabumi adalah efek dari gangguan cuaca skala sinoptik yang menghasilkan hujan persisten.
Dia menunjuk antara lain pengaruh vorteks atau sirkulasi siklonik di Samudera Hindia yang terus menguat dan mendekat ke barat daya Jawa bagian barat.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat Rakhmat Prasetia menerangkan, curah hujan di Sukabumi dari titik pengamatan di Pelabuhanratu sepanjang Selasa sampai Rabu pagi tergolong ekstrem, yakni 150,6 milimeter.
Selain sirkulasi siklonik di Samudera Hindia, Rakhmat juga menunjuk pengaruh bibit Siklon Tropis 95W di Laut Natuna Utara. ***




