POJOKSATU.id, SUMSEL-- Inilah tampang salah satu pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).
Yang mana, pria berinisial ASP (30) ini diketahui telah melakukan tindak asusila berupa pencabulan.
Padahal, dirinya merupakan sosok tokoh agama yang kerap kali mengajarkan kebaikan kepada para santri.
Namun, hal tersebut terbantahkan dengan tindakan bengisnya yang telah rudapaksa seorang santriwati di bawah umur.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @seputarkotapalembang pada Senin (2/12/2024).
Baca Juga: Miris! Pimpinan Ponpes Muara Enim Rudapaksa Santriwati di Bawah Umur, Pelaku Langsung Dibekuk Polisi
Dalam unggahan akun tersebut, ASP dikonfirmasi menjadi pelaku rudapaksa terhadap salah seorang santriwati.
Hal ini juga turut ditanggapi oleh Kasatreskrim Polres Muara Enim, AKP Darmanson yang membenarkan kasus tersebut.
Darmansor juga menuturkan bahwa pelaku telah ditangkap dan tengah ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan.
“Benar pelaku saat ini lagi dalam proses penyidikan di Mapolres Muara Enim," ucap Kasat Reskrim tersebut.
Diketahui, kasus ini terkuak lantaran adanya laporan dari korban yang mengadu kepada keluarganya.
Baca Juga: Kronologi Polisi Geruduk Ratusan Mahasiswa Papua di Jogja, Imbas Kibarkan Bendera Bintang Kejora
Pihak keluarga yang mengetahui hal itu sontak terkejut dan bergegas membawa kasus tersebut ke jalur hukum melalui aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi beredar, Ponpes yang terletak di Desa Menanti ini disinyalir sudah tidak lagi beroperasi.
Sebab, puluhan orang tua para santri ini mengambil sikap untuk membawa pulang anak-anaknya dari Ponpes tersebut.
“Setelah kejadian itu banyak orang tua santri yang kemudian datang ke Ponpes untuk menjemput anak-anak mereka,” terang di-caption.
“Seluruh santri kemudian dipulangkan sementara waktu hingga batas waktu yang belum ditentukan” lanjutnya.
Padahal, Ponpes tersebut diketahui telah beroperasi selama 5 tahun dan banyak mendidik puluhan santri. ***



