POJOKSATU.id, JAKARTA—Dukungan Anies Baswedan kepada Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024 disebut akan menjadikan pasangan ini mengalami defisit suara.
Perkiraan ini diutarakan mantan politikus PDIP yang kini menjadi kader Partai Gerindra, Maruarar Sirait.
Maruara menilai ada sentimen agama dan perbedaan ideologi antara grass root PDIP dengan Anies Baswedan.
"Menurut saya ini akan turun karena sekarang Pramono didukung oleh Anies Baswedan," kata Maruarar kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (23/11).
Menurutnya, alih-alih suara akan bertambah, suara Pramono Anung-Rano Karno diyakini bakal mendapatkan defisit setelah didukung mantan Gubernur Jakarta itu.
Dia menjelaskan, pendukung PDIP akan menolak jika pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jakarta nomor 3 Pramono-Rano Karno didukung oleh Anies Baswedan.
Pasalnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak mengusung Anies di Pilkada Jakarta 2024 tahun ini.
Menurut Maruarar, secara ideologi Anies berbeda dengan PDIP.
Baca Juga: AKP Dadang Iskandar Bukanlah Lulusan Akpol, Sebentar Lagi Pensiun Usianya Sudah 57 Tahun
“Bahwa grass root-nya (PDIP) yang gede itu tidak memilih Pak Anies, karena secara ideologi berbeda,” kata kader yang keluar dari PDIP ini.
“Dan itu saya memahami pandangan Ibu Mega itu," katanya lagi.
"Makanya, walaupun elektabilitasnya Anies tinggi, tidak (dicalonkan). Makanya waktu itu tidak hanya mencalonkan soal elektabilitas," tegas pria yang kini menjadi Menteri Perumahan dan Permukiman di Kabinet Prabowo-Gibran ini.
Anies Baswedan memang dulu santer bakal diusung PDIP, sebelum akhirnya Megawati memilih mengusung Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024.***




