POJOKSATU.id, JAKARTA- Ibunda Kasat Reskrim Solsel AKP Ryanto Ulil Anshar, Cristina Yun Abubakar, meminta Polri memberikan hukuman yang berat kepada pembunuh anaknya.
Cristina Yun Abubakar menetap di BTN Antang Jaya Blok E/5, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Cristina Yun Abubakar merasa sedih dan menangis atas kejadian yang menimpa anaknya.
Dia tidak memiliki firasat apa-apa terkait meninggalnya putranya tersebut.
"Tidak ada firasat karena tiba-tiba terjadi. Dia pergi ambil hp di mobil, ditembak," ujar ibunda AKP Ryanto Ulil Anshar.
Ia berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.
"Saya tidak tahu mau bicara apa, tetapi yang pasti yang melakukan itu dihukum seperti apa yang dilakukan," tuturnya dengan nada bergetar.
Korban AKP Ryanto Ulil Anshar mengalami luka tembak di bagian kepala, tepatnya pada bagian pelipis dan pipi kanan.
Korban diduga diikuti pelaku saat akan mengambil hand phone di kendaraannya.
Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan Kapolda Sumbar Irjen Suharyono mendalami motif penembakan Kasat Reskrim Polres Solsel AKP Ryanto Ulil Anshar.
Baca Juga: Kapolri Perintahkan Dalami Motif Tewasnya Ryanto Ulil Anshar, Apa pun Pangkatnya Tindak Tegas
Jenderal Sigit menyebut kalau motifnya mencederai institusi, maka siapa pun dan apa pun pangkatnya, harus ditindak tegas.
"Apalagi kalau kemudian motifnya kemudian ternyata dilakukan terhadap hal-hal yang selama ini kita anggap mencederai institusi. Saya minta siapa pun, apa pun pangkatnya, tindak tegas. Jangan usah ragu-ragu," tegas Sigit di konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/11).
Dia juga meminta agar Kapolda Sumbar dapat mendalami motif dibalik penembakan tersebut.
Dikatakan Sigit, Kapolda Sumbar sudah melaporkan kepadanya terkait peristiwa yang terjadi. Dan dia sudah meminta Kapolda Sumbar mendalami motifnya.
“Namun, yang jelas, saya sudah perintahkan agar kasus itu diproses tuntas," ujarnya lagi.***




