POJOKSATU.ID- Kasus yang melibatkan petugas Lapas Tanjung Raja Ogan Ilir, Robby Adriansyah, mengundang perhatian publik setelah ia dimutasi oleh pihak berwenang.

Kejadian ini bermula ketika Robby memviralkan sebuah video yang menunjukkan pesta narkoba jenis sabu yang dilakukan oleh narapidana di dalam lapas.

Video tersebut kemudian menyebar di media sosial, menarik perhatian banyak pihak, termasuk pengacara kondang Hotman Paris, yang turun tangan untuk membela Robby.

Robby Adriansyah, seorang petugas di Lapas Tanjung Raja Ogan Ilir, terlibat dalam sebuah insiden yang memicu mutasinya ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Permasalahan dimulai saat Robby merekam dan kemudian membagikan video yang menunjukkan narapidana sedang mengadakan pesta narkoba jenis sabu di dalam sel mereka.

Tindakan ini dilakukan oleh Robby untuk mengungkapkan kebenaran mengenai adanya peredaran narkoba di dalam lapas tempat ia bekerja.

Namun, alih-alih mendapatkan dukungan, Robby justru dijatuhi sanksi berupa mutasi dari tempat tugasnya.

Keputusan ini menimbulkan kekecewaan pada Robby, yang merasa bahwa ia hanya menjalankan tugasnya sebagai petugas yang berusaha menegakkan hukum dan keadilan.

Dalam video yang beredar, Robby terlihat menangis dan mengungkapkan kekecewaannya atas mutasi yang diterimanya.

Ia merasa tidak adil jika dirinya yang disalahkan, sementara masalah utama—yaitu adanya peredaran narkoba dan barang-barang terlarang lainnya di dalam lapas—tidak mendapat perhatian serius.

Setelah video Robby yang menangis viral, pengacara terkenal Hotman Paris langsung angkat bicara.

Ia mengunggah video tersebut ke akun Instagram pribadinya, menyatakan keprihatinan dan rasa marah atas mutasi yang diterima Robby.

Hotman Paris mendesak Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, serta Wakil Menteri Koordinator Otto Hasibuan untuk segera membuat gebrakan terkait kasus ini.

Menurut Hotman, mutasi yang dijatuhkan kepada Robby harus diselidiki, terutama untuk mengetahui siapa yang memutasi Robby dan apakah benar ada pesta sabu di lapas.

Hotman juga meminta agar pemerintah segera mengusut tuntas masalah ini. "Ayo Sahabatku Menko Yusril dan Wamenko Otto Hasibuan, ayo buat gebrakan pertama! Siapa yang mutasikan dia? Dirjen atau Kalapas? Apa benar ada pesta sabu di lapas? Siapa yang tanggung jawab?" tulis Hotman dalam caption video tersebut. Ia juga menyarankan agar pihak berwenang mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peredaran narkoba di dalam lapas, serta memastikan agar Robby mendapatkan keadilan.

Selain itu, Hotman Paris mengungkapkan rasa frustrasinya karena meskipun dirinya sering menangani kasus-kasus keadilan, ia sering kali tidak mendapatkan dukungan dana atau anggaran yang memadai.

Meski demikian, ia tetap bertekad untuk membantu Robby dan memastikan agar kasus ini tidak dibiarkan begitu saja.

Dalam video yang viral, Robby Adriansyah secara emosional meminta keadilan. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya berusaha untuk menegakkan kebenaran dengan menyebarkan video pesta narkoba yang terjadi di dalam lapas.

Robby pun mengungkapkan bahwa dirinya merasa tertekan dan sangat kecewa dengan sikap pihak berwenang yang justru memutasi dirinya, bukannya menyelesaikan masalah pokok yaitu peredaran narkoba di dalam lapas.

Robby juga menyatakan bahwa ia siap menerima segala konsekuensi atas tindakannya, namun ia menegaskan bahwa yang harus dipertanyakan adalah bagaimana narkoba bisa masuk ke dalam lapas, siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut, serta mengapa handphone dan narkoba bisa bebas beredar di dalam tahanan.

Ia juga meminta agar masalah ini tidak hanya difokuskan pada dirinya, tetapi pada penyebab utama yang memungkinkan peristiwa tersebut terjadi.

Dalam video tersebut, Robby juga menyampaikan permintaan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan harapan Presiden dapat membantu menyelesaikan masalah yang ia hadapi.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto, bantu saya pak, ini emosi saya sudah gak tahan, saya sampai meneteskan air mata demi Indonesia maju, tidak demi kepentingan pribadi," ungkap Robby dalam video tersebut.

Reaksi publik terhadap kasus ini beragam. Banyak netizen yang merasa prihatin dan menyatakan dukungannya terhadap Robby.

Beberapa dari mereka bahkan mengungkapkan bahwa pesta narkoba di dalam lapas sudah bukan menjadi rahasia lagi, dan bahwa kejadian seperti ini harus segera ditindaklanjuti dengan serius oleh pihak berwenang.

Banyak pula yang mendukung langkah Hotman Paris untuk membantu Robby dan menyuarakan keadilan bagi petugas lapas yang dianggap telah menjalankan tugasnya dengan benar.

Namun, tak sedikit juga yang mengkritik sistem yang ada, menyatakan bahwa masalah seperti ini hanya bisa diselesaikan jika ada keberanian dari pihak berwenang untuk mengungkapkan jaringan narkoba di dalam lapas yang telah berjalan lama.

Mereka berharap agar pemerintah lebih fokus pada penanggulangan peredaran narkoba dan tidak hanya menangani kasus-kasus yang bersifat reaktif, seperti yang dialami oleh Robby.

Sementara itu, pihak berwenang, khususnya Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan, sempat memberikan klarifikasi terkait masalah ini.

Kadivpas Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan menyebutkan bahwa Robby Adriansyah sempat diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, sehingga mutasi ke Rupbasan dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan lebih lanjut terhadap dirinya.

Namun, pernyataan ini kembali memunculkan pertanyaan dari publik. Banyak yang mempertanyakan apakah Robby benar-benar terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau apakah ada alasan lain yang mendasari mutasi tersebut.

Sebagian pihak merasa bahwa Robby justru menjadi korban dari sistem yang tidak transparan dan tidak adil, sementara masalah utama, yaitu peredaran narkoba di lapas, tidak mendapatkan perhatian yang cukup.

Kasus mutasi Robby Adriansyah menggambarkan betapa kompleksnya masalah yang terjadi di lembaga pemasyarakatan Indonesia.

Meskipun Robby berusaha untuk mengungkapkan kebenaran mengenai adanya pesta narkoba di dalam lapas, ia justru harus menanggung akibatnya.

Tindakan ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat, termasuk dari pengacara terkenal Hotman Paris, yang mendesak agar pemerintah segera membuat gebrakan untuk menyelesaikan kasus ini.

Di tengah gejolak yang terjadi, Robby Adriansyah berharap agar kasusnya mendapat perhatian lebih, baik dari pemerintah maupun masyarakat, agar keadilan dapat ditegakkan dan masalah peredaran narkoba di lapas dapat segera diselesaikan.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kasus ini dapat menjadi momentum untuk perbaikan sistem di dalam lembaga pemasyarakatan Indonesia.***