POJOKSATU.id - Kisah haru terjadi dalam uji coba program makan bergizi gratis di SDN 166 Palembang, Sumatera Selatan.
Program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini menyentuh hati banyak pihak ketika seorang murid, Devi, memilih membawa pulang makan siangnya untuk diberikan kepada ibunya.
Devi, murid kelas 5 di sekolah tersebut, adalah seorang anak yatim yang tinggal bersama ibunya, Suryati, dan saudara-saudaranya. Kehidupan Devi jadi lebih sulit sejak ayahnya meninggal dunia pada Juli 2023. Ibunya harus bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan penghasilan Rp 700 ribu per bulan.
Kisah Devi bermula saat program makan siang bergizi gratis digelar oleh Polda Sumsel pada Senin (11/11/2024). Ketika makanan dibagikan, Devi justru tidak menyentuh makanannya.
Baca Juga: Begini Penegasan Wapres Gibran Terutama Makan Siang Gratis di Hadapan Forkopimda
Saat ditanya oleh Plt Kasubag Renmin Ditresnarkoba Polda Sumsel, AKP Yetty Gultom, Devi menjawab dengan mata berkaca-kaca. “Untuk mamak di rumah.”
AKP Yetty yang mendengar jawaban itu terharu.
“Itu murni spontan terjadi, saya juga awalnya tidak tahu kalau ada siswi yang tidak makan makanannya,” ujarnya.
Kisah Devi yang Viral
Kejadian itu direkam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial melalui akun Instagram @ditresnarkobapoldasumsel. Dalam video tersebut, Devi terlihat berusaha bawa pulang jatah makan untuk ibunya meskipun teman-temannya lahap menyantap makan siangnya.
Sang ibu, Suryati (50), mengaku terkejut saat Devi pulang membawa makanan.
“Katanya, ‘Mamak, pulang ada nasi, sudah makan belum.’ Saya kaget, ada empat kotak nasi dikasih ibu Polwan Polda,” ujar Suryati.
Suryati baru menyadari kisah Devi ketika video tersebut viral dua hari kemudian.
“Saya menangis melihat videonya. Gimana tidak, dia bilang nasinya untuk saya,” ungkapnya sambil mengusap air mata.
Baca Juga: Heri Koswara dan Solihin Siapkan Anggaran Rp 100 Miliar, Untuk Program Makan Siang Bergizi
Devi tinggal di sebuah kontrakan bersama ibunya, kakaknya, dan keluarga kakaknya. Ia berjalan kaki sekitar 15 menit ke sekolah setiap hari.
Menurut wali kelasnya, Sherli, Devi dikenal pendiam namun memiliki semangat belajar tinggi. “Dia pernah masuk 10 besar di kelas,” ujar Sherli.
Kepala SDN 166 Palembang, Yumarsih, menyebut program makan siang gratis sangat membantu siswa di sekolahnya, termasuk Devi.
“Program ini bisa mengurangi beban orang tua murid dan semoga bisa berlanjut,” kata Yumarsih.
Setelah kejadian ini, AKP Yetty menyatakan akan memberikan bantuan lebih lanjut untuk keluarga Devi.
“Insya Allah, kalau sudah diizinkan pimpinan, kami akan ke rumahnya untuk memberikan bantuan tali asih,” ujarnya. **



.webp)
