POJOKSATU.id - Pengamat politik, Rocky Gerung menilai turun gunungnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dalam kampanye pasangan calon Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Pilgub Jawa Tengah sebagai bentuk rusaknya etika politik di Indonesia.
"Jadi fenomena Jokowi ikut serta di dalam politik itu bukan sekedar diterangkan sebagai hak seseorang yang bukan lagi presiden untuk menjagokan pilihannya, tetapi ini bagian dari kerusakan etika politik," ujar Rocky Gerung, dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Senin (18/11/2024).
Rocky Gerung menyadari bahwa akan banyak pembelaan yang menyebutkan bahwa Jokowi kini sudah tidak lagi menjadi presiden.
Jadi ia memiliki hak untuk berpihak pada salah satu calon.
Baca Juga: Teka-teki Tujuan Panjang Jokowi 'Turun Gunung' di Pilgub Jateng, Ada Kaitan dengan Pilpres 2029?
Namun menurut Rocky, saat ini harus dilihat dimensi etisnya.
Jokowi seharusnya ikut memperbaiki kondisi demokrasi di Indonesia.
Namun kini justru kebalikannya, Jokowi justru membuat demokrasi semakin kacau.
"Saya tahu bahwa nanti akan 'ya kenapa sih mesti protes kalau Jokowi ikut, kan dia bukan lagi presiden jadi tidak ada hubungannya kekuasaan Jokowi dengan dukungan dia kepada seseorang yang di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera menjadi gubernur',yang kita lihat dimensi etisnya, tidak terjadi upaya untuk menyehatkan demokrasi," paparnya.
Bahkan dinilai Rocky Gerung, Jokowi sengaja memanfaatkan fasilitas yang masih ia dapatkan untuk memastikan dinastinya bisa melaku mulus ke Pemilu 2029.
Baca Juga: Prediksi Rocky Gerung soal Pemenang Pilkada 2024: yang Tidak Terasosiasi Dinasti Jokowi
"Jadi fasilitas yang masih nempel pada Jokowi itu dipergunakan, untuk memastikan keinginan dia melihat dinastinya di 2029," tutur Rocky Gerung.
Lebih lanjut Rocky Gerung mengatakan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan banyak sosok yang bisa dijadikan sebagai guru bangsa terutama terkait dengan politik demokrasi.
"Kita memerlukan banyak tokoh yang seharusnya jadi guru bangsa," ucapnya.
Jokowi setelah tidak menjabat sebagai presiden diharapkan bisa menjadi contoh dan guru bangsa bagi masyarakat.
ahmad luthfi
Namun kenyataannya, menurut Rocky Gerung justru Jokowi kini menjadi politisi.
"Setelah berhenti jadi presiden Jokowi jadi politisi bukan jadi negeraawan," ujarnya.
Rocky juga menilai bahwa kini semakin terlihat bahwa kapasitas Jokowi semakin tidak bermutu.
"Kapasitas Pak Jokowi makin lama makin terlihat tak bermutu, karena hrus dipastikan si ini bertemu lalu dipotret seolah akan berakibat pada elektabiltas," pungkasnya.
***



