POJOKSATU.ID – Kasus intimidasi murid SMA Gloria 2 Surabaya kini tak kunjung usai jadi perbincangan publik.

Sebab, publik menilai bahwa kasus yang melibatkan Ivan Sugianto harus ditindaklanjuti sampai tuntas.

Hal ini terjadi lantaran beredarnya foto Ivan Sugianto dengan para petinggi polisi hingga TNI yang diduga menjadi bekingannya.

Padahal, Ivan Sugianto selaku pelaku intimidasi siswa SMA Gloria 2 Surabaya ini telah ditahan pihak kepolisian.

Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari akun X milik Kombes Ahrie Sonta, Sekpri Kapolri Listyo Sigit pada Jumat (15/11/2024).

Baca Juga: Potret Ivan Sugianto Kenakan Seragam Tahanan, Imbas Intimidasi Murid SMA Gloria 2 Surabaya, Seketika Hilang Gagahnya

“Selanjutnya semoga bisa dilacak siapa beking Ivan. Semoga mabes polri turun tangan dan cek Polda Jatim serta Polrestabes Surabaya,” ketik @trinugroho162.

“Semoga orang2 yg punya backing gak semena2 sama orang lain cuma krn urusan sepele jadi seenaknya merendahkan dan memperkusi org lain,” cuit @Gank_Of_Petojo.

Hal tersebut terjadi lantaran beredar foto Ivan yang diduga di Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Tengah.

Yang mana, dalam foto tersebut terpajang logo Polrestabes Surabaya disamping minuman keras (keras) ditaksir senilai puluhan juta.

Tidak heran, banyak publik menilai bahwa Ivan Sugianto memiliki bekingan yang cukup kuat di kalangan aparat keamanan.

Baca Juga: Visi dan Misi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Karawang 2024

“Kalau di Polrestabes kok bisa2nya botol miras jadi pajangan di ruang kerja yg dibangun pakai uang pajak rakyat?,” cuit @Mrcode991.

“Ini barang haram harga 5jtan beneran dipajang di samping emblem Poltabes Surabaya?,” ketik @Naz_lira yang dikutip Pojoksatu.id dari platform X.

Lebih lanjut, kasus intimidasi yang dilakukan Ivan kepada murid SMA Gloria 2 Surabaya ni tengah ditindaklanjuti.

Hal ini dikonfirmasi Kombes Ahrie bahwa kasus tersebut masih dalam proses hukum untuk menyesuaikan tindak kejahatan Ivan terhadap pasal yang berlaku.

“Sudah ditangkap dan akan berlanjut ke penyidikan ya. Semoga anak Indonesia gak ada yg disuruh begitu lagi sama orang orang tua lainnya,” ucapnya. ***