POJOKSATU.id, JAKARTA - Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, buka suara terkait dugaan penyalahgunaan wewenang pemblokiran situs judi online yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) atau sebelumnya Kominfo.

Menurut Mahfud MD, pihak kepolisian perlu melakukan pemeriksaan terhadap Budi Arie Setiadi yang dulunya Menteri Kominfo.

Diketahui dalam kasus tersebut sudah ada 11 pegawai Komdigi atau Kominfo yang ditetapkan sebagai tersangka. Dan tentunya Budi Arie yang merekrut orang-orang tersebut.

Jadi Budi Arie perlu menjelaskan alasannya memilih orang tersebut untuk bergabung dengan Kominfo dan mendapatkan tugas soal pemblokiran judol.

Baca Juga: Heri Koswara dan Solihin Siapkan Anggaran Rp 100 Miliar, Untuk Program Makan Siang Bergizi

"Ya makanya kita minta Budi Arie diperiksa juga," ujar Mahfud MD dalam YouTube Deddy Courbizier.

"Karena bagi saya ini, Budi Arie yang mengangkat orang ini. Komdigi itu jelas sekali yang ditangkap pejabat yang diseleksi oleh menterinya yang katanya baik," imbuhnya.

Menurut Mahfud hanya ada dua kemungkinan Budi Arie Setiadi memperkerjakan para tersangka tersebut.

Yang pertama adalah Budi Arie tidak tahu apa-apa, yang kedua adalah dia sengaja untuk mendapatkan sesuatu.

"Kalau mau fair harus diperiksa," tandas Mahfud.

Baca Juga: Imbas Kasus Supriyani, KAPOLSEK dan KANIT RESKRIM Polsek Baito Akhirnya DICOPOT dari Jabatan, Minta Uang Damai Rp2 Juta

Di sisi lain, Budi Arie yang kini menjabat sebagai Menteri Koperasi sudah angkat bicara terkait namanya yang disorot dalam dugaan kasus pegawai Komdigi yang terlibat judol.

Budi Arie mengaku menjadi korban persekongkolan kasus judi online di Komdigi.

Dia merasa dikhianati oleh mantan anak buahnya T dan AK yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Budi Arie bercerita awal mual perekrutan dua pegawai Komdigi yang menjadi tersangka tersebut.

Baca Juga: Kejagung Ternyata Belum Terima Pemberitahuan Praperadilan Tom Lembong Kawan Anies Baswedan

Awalnya, Kementerian yang dulu bernama Kominfo itu kekurangan Sumber Daya Manusia untuk mengawasi dan melakukan pemblokiran situs-situs judi online.

Oleh karenanya, pihaknya melakukan rekrutmen petugas-petugas dari non pegawai Kominfo di Bawah Direktur Pengendalian.

Para kandidat kemudian diseleksi secara ketat, termasuk tersangka T.

Pada saat seleksi, T juga menawarkan beberapa acke muda yang disebut mampu memberantas judol di Indonesia.

Salah satu yang ditawarkan T adalah AK yang memperlihatkan kemampuan system pemblokiran atau take down situs 50.000 hingga 100.000 per hari.

Budi Arie kini merasa dikhianati karena T dan AK adalah orang yang dipercayai memberantas judol di Indonesia. ***