POJOKSATU.id – Peristiwa mengenaskan kini kembali terjadi di kawasan Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Dalam hal ini, ratusan warga menggelar aksi demo terkait sengketa Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Lau Simeme, di Deli Serdang.

Kendati demikian, para warga yang menyuarakan aspirasinya justru mendapatkan perlakuan kekerasan dari aparat keamanan.

Baca Juga: Fakta di Balik Viral Peternak Boyolali Buang Ratusan Ton Susu Sapi, Husin Shibab Disebut Sombong

Para warga yang tidak terima terhadap perlakuan tersebut sontak melaporkan kasus ke Polrestabes Medan, namun ditolak.

Seperti diketahui, aksi demo tersebut tidak lain lantaran adanya hak warga setempat yang dirugikan terkait pembangunan PSN Bendungan Lau Simeme.

Yang mana, para warga menuntut penyelesaian ganti rugi lahan terkait pembangunan proyek tersebut.

Baca Juga: TEGANG, di Tengah Penerbangan Pemuda Ini Berusaha Buka PINTU DARURAT Pesawat, Penumpang PANIK Saksikan Aksi Berbahaya Ini

Namun, para aparat keamanan yang seharusnya memberikan keamanan kepada para aksi demonstrasi justru bertindak keras.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @neVerAl0nely pada Minggu (10/11/2024).

Dalam unggahannya, terlihat jelas para korban kekerasan menuntut keadilan di Polrestabes Medan.

Baca Juga: Warga Jakarta WASPADA Banjir Kiriman! Katulampa Siaga 3, Debit Air Tertinggi Sejak Kemarau

"Polrestabes Medan menolak laporan masyarakat atas aksi kekerasan oknum aparat," demikian keterangan yang dituliskan.

"Terhadap peserta aksi demonstrasi dampak dari pembangunan Bendungan Lau Simeme," lanjutnya.

Diketahui, sebanyak 200 Kartu Keluarga (KK) yang menuntut adanya penyelesaian ganti rugi lahan terhadap proyek tersebut.

Sebab, para warga dijanjikan oleh pemerintah akan diberikan pelunasan terhadap ganti rugi tersebut pada Kamis (7/11/2024).

Namun, pemerintah justru tidak menepati janji terkait kasus tersebut yang berujung pada aksi demo besar-besaran oleh warga.

Baca Juga: PT Pindad Mulai Rancang MV3 Maung Garuda untuk Para Menteri dan Pejabat, 70 Persen Produk Dalam Negeri

"200 KK dari 5 desa dari kecamatan STM hilir dan sibiru biru Deli Serdang melakukan aksi demonstrasi," terangnya.

"Untuk menuntut penyelesaian ganti rugi lahan yg belum selesai pada Kamis 07.11.24," lanjutnya.***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

VERSI ANDROID

VERSI iOS