POJOKSATU.ID – Kasus mengenaskan yang terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten tak kunjung usai.

Pasalnya, baru-baru ini puluhan Korps Brigade Mobil (Brimob) ikut turun tangan dalam menghadang warga yang bentrok dengan aparat kepolisian.

Mengetahui hal ini, eks Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu juga ikut menanggapi.

Yang mana, Said Didu menilai bahwa konflik Proyek Strategis Nasional (PSN) di PIK 2 tidak akan kunjung usai.

“Selama masih ada penggusuran paksa terhadap rakyat, intimidasi dan kriminalisasi di Pantura, Banten (PSN PIK-2),” ucapnya.

Baca Juga: Ukraina Terbitkan PERANGKO PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO, Negara Ini Sambut Pemimpin Baru Indonesia, Dukung Hubungan Bilateral

“Tidak dihentikan maka ketegangan akan terus meningkat seperti ini,” lanjut Said yang dikutip Pojoksatu.id dari akun X miliknya @msaid_didu.

Tidak hanya itu, Said juga menyebutkan bahwa PSN PIK 2 ini dibangun lantaran ingin mengalihkan persoalan yang sedang terjadi.

Eks Sekretaris Kementerian BUMN tersebut menjelaskan adanya proyek pembangunan yang ditutupi oleh pemerintah.

“Pengalihan aset negara (jalan, irigasi, sungai, hutan mangrove, pantai) yg tdk jelas dan luasnya bisa ribuan hektar,” terangnya.

Lebih lanjut, kasus bentrok antara warga dengan pihak kepolisian di kawasan PIK 2 diduga terjadi lantaran adanya korban dari proyek tersebut.

Baca Juga: Pecahkan Rekor, BILANGAN PRIMA TERBESAR di Dunia Sekarang adalah M136279841, Ditemukan Mantan Pekerja Nvidia, Begini Cara Menghitungnya

Seperti diketahui, bocah SD berinisial ANP (9) menjadi korban yang terlindas oleh truk proyek PIK 2.

Oleh karena itu, pihak warga setempat yang mengetahui hal tersebut sontak bertikai dengan aparat kepolisian yang tengah bertugas di kawasan tersebut.

“Bentrok warga Tangerang Vs Polisi di kawasan proyek strategis nasional (PIK 2) dipicu tewasnya anak terlindas truk tanah,” dikutip Pojoksatu dari akun X milik @ilhampid.

Namun, beberapa pihak masih menyebutkan bahwa bocah tersebut tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit. ***